Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sosialisasi Teknologi Tepat Guna Alat Penggilingan Pupuk Organik oleh Mahasiswa KKN 21 UM Surabaya

Iklan Landscape Smamda
Sosialisasi Teknologi Tepat Guna Alat Penggilingan Pupuk Organik oleh Mahasiswa KKN 21 UM Surabaya
Sosialisasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Alat Penggilingan Pupuk Organik oleh Mahasiswa KKN UM Surabaya di Balai Dusun Pateguhan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Senin (18/08/2025).
pwmu.co -

PWMU.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 21 Universitas Muhammadiyah Surabaya menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Alat Penggilingan Pupuk Organik.

Bertempat di Balai Dusun Pateguhan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, sasaran utama kegiatan ini adalah para petani dan peternak setempat.

Tentang Desa Tawangrejo

Desa Tawangrejo merupakan wilayah dengan aktivitas pertanian dan peternakan yang cukup tinggi. Namun, keterbatasan akses terhadap pupuk subsidi dari pemerintah serta mahalnya harga pupuk di pasaran menjadi tantangan utama bagi petani.

Kondisi ini mendorong perlunya solusi alternatif yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat. Melalui pemanfaatan kotoran kambing yang tersedia secara melimpah, mahasiswa KKN menghadirkan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat penggiling pupuk organik sebagai solusi mandiri berbasis potensi lokal.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi teknologi sederhana yang mampu menunjang kegiatan pertanian dan peternakan, khususnya dalam pengolahan limbah organik menjadi pupuk yang berkualitas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat lebih mandiri dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar mereka. Sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang berisiko merusak tanah dalam jangka panjang.

Materi sosialisasi tersampaikan langsung oleh mahasiswa KKN 21 dengan menjelaskan secara rinci mengenai alat penggilingan pupuk organik. Mulai dari pengenalan alat beserta manfaat dan kegunaannya, sketsa rangka dan komponen penyusunnya, hingga demonstrasi cara penggunaan alat.

Selain itu, mahasiswa juga memaparkan proses fermentasi pupuk organik yang melibatkan tahapan pencampuran bahan sampai dengan hasil akhir berupa pupuk organik yang lebih halus, berkualitas, dan ramah lingkungan.

Dalam pemaparannya, salah satu pemateri menyampaikan pesan motivatif. “Kalau bisa gampang, kenapa harus susah? TTG jawabannya. Siang panas jadi semangat, kerjaan berat jadi ringan” ujarnya.

Demonstrasi TTG Alat Penggiling Pupuk

Setelah penyampaian materi, kegiatan berlanjut dengan demonstrasi langsung penggunaan alat TTG bersama para peserta.

Mahasiswa menunjukkan cara mengoperasikan mesin, memasukkan bahan baku berupa kotoran kambing yang sudah dicampur, hingga menghasilkan butiran pupuk organik yang lebih halus.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Peserta yang hadir juga diberikan kesempatan mencoba secara langsung, sehingga mereka dapat memahami cara kerja alat dengan lebih jelas dan praktis.

Antusiasme terlihat ketika petani dan peternak mencoba mengoperasikan alat, diiringi rasa penasaran mereka terhadap hasil penggilingan yang dihasilkan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya diskusi dan tanya jawab. Para petani dan peternak tampak antusias berdiskusi mengenai perbedaan pupuk dari kotoran kambing yang diberikan secara langsung dengan kotoran kambing yang diolah menggunakan tambahan E4 dan molase.

Dijelaskan bahwa E4 merupakan bahan organisme yang berfungsi mempercepat proses penguraian pupuk organik.

Dengan bantuan molase, mikroorganisme yang terbentuk akan berkembang lebih banyak. Sehingga menghasilkan pupuk organik yang lebih baik dan cepat terurai dibandingkan dengan pupuk kotoran kambing yang diberikan secara langsung.

Mendengar penjelasan tersebut, warga menunjukkan ketertarikan yang besar. Bahkan menyampaikan minat untuk memiliki alat pengolah pupuk tersebut karena dianggap bermanfaat untuk mendukung kegiatan pertanian mereka.

Kegiatan berakhir dengan ajakan dari mahasiswa KKN 21 kepada para petani dan peternak Dusun Pateguhan untuk tidak hanya menggunakan pupuk organik bagi kebutuhan pribadi. Tetapi juga menjadikannya peluang usaha produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan bersama.

Melalui sosialisasi ini, harapannya masyarakat semakin terbuka terhadap inovasi pertanian ramah lingkungan dan mampu mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu