
PWMU.CO – Suasana malam di Panti Asuhan Muhammadiyah Semampir terasa lebih hangat dari biasanya, Jumat (2/8/2025), saat seorang tamu datang menyambangi usai shalat Isya. Ia datang tanpa rombongan dan pengawalan, hanya dengan semangat silaturahmi yang tulus dan rasa ingin tahu yang mendalam.
Tamu tersebut adalah Hamzah Baya MPd anggota Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PCM Sedati. Ia datang seorang diri, dengan senyum ramah dan ketertarikan besar untuk memahami lebih jauh tentang bagaimana panti ini lahir dan tumbuh pesat.
Kepala Panti Ahmad Fathullah MPd menyambut hangat dengan penuh persaudaraan. Tanpa banyak basa-basi, keduanya larut dalam obrolan santai namun berbobot.
Ruang tamu sederhana itu menjadi saksi cerita-cerita penuh makna, mulai dari sejarah awal berdirinya panti, dinamika pengelolaan keuangan, proses penjaringan anak asuh, hingga tantangan keseharian dalam menanamkan nilai-nilai Islam dan kemandirian pada anak asuh.
“Saya memang sejak lama mengikuti perkembangan panti yang dipimpin Ahmad dan ingin tahu langsung seperti apa perjalanan panti ini. Alhamdulillah hari ini bisa terwujud,” tutur Hamzah sambil menyimak kisah yang disampaikan dengan semangat oleh tuan rumah.
Obrolan berlangsung akrab, jauh dari formalitas birokrasi. Sesekali terdengar tawa kecil, tanda bahwa pertemuan ini lebih dari sekadar kunjungan—ia menjadi jalinan hati yang tumbuh dari rasa peduli dan saling memahami.
Di penghujung pertemuan, tak ada piagam, tak ada dokumentasi resmi. Hanya saling mendoakan, agar panti ini terus diberi kekuatan dan agar para penggeraknya senantiasa diberi keistiqamahan.
Dalam kesederhanaan itulah kekuatan Persyarikatan Muhammadiyah tumbuh: dari silaturahmi, dari ketulusan, dan dari cerita-cerita yang tak tercatat, namun hidup dalam perjuangan sehari-hari.
Penulis E. Setiawan Editor Zahra Putri Pratiwig





0 Tanggapan
Empty Comments