Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SPEAM Luncurkan Majalah Al-Maun dan Novel Karya Santri

Iklan Landscape Smamda
SPEAM Luncurkan Majalah Al-Maun dan Novel Karya Santri
pwmu.co -
Penyerahan secara simbolis Majalah Al Maun edisi perdana oleh Dadang Prabowo (kanan) kepada Abdul Basith. (Dian Rahmawati/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sekolah Pesantren Entrepreneur Al Maun Muhammadiyah (SPEAM) menggelar kegiatan Gebyar Muharram dan Launching Majalah Al-Maun di Gedung Karya Indah Randusari Kota Pasuruan, Sabtu (14/9/19).

“Acara ini sangat spesial sekaligus menggembirakan karena berisi berbagai macam kegiatan yang dirangkum menjadi satu,” kata Dadang Prabowo MAg, pimpinan pesantren.

Diawali dengan sambutan-sambutan, di antaranya oleh Ketua Panitia Herman SAg, acara dilanjutkan dengan Pelantikan Dewan Redaksi dan Launching Majalah Al-Maun.

Peluncuran Majalah Al-Maun ditandai dengan penyerahan edisi perdana oleh perwakilan santri Arum Jihan Nuridha kepada Dadang Prabowo yang kemudian diserahkan pada Pembina SPEAM Abdul Basith MA.

Setelah launching, acara dilanjutkan dengan pembagian santunan berupa uang tunai, buku, dan sembako kepada anak-anak yatim yang secara simbolis diserahkan oleh Wakil Ketua Majelis Dikdasmen Kota Pasuruan Mokhammad Fatoni MPd.

Prosesi pelantikan Dewan Redaksi Maalah Al Maun. (Dian Rahmawati/PWMU.CO)

Dalam Gebyar Muharram juga diluncurkan novel karya santri berjudul Persahabatan Lintang karya Arum Jihan Nuridha. Menurut guru Pembina Literasi SPEAM Dian Rahmawati, dalam waktu dekat juga akan menerbitkan dua novel santri. “Yaitu Sayap Patah karya Sayyidah Azra Azizah dan Terik yang Tak Menyilaukan karya Dimas Izzulhaq,” ujarnya pada PWMU.CO, Senin (16/9/19)

Peluncuran novel dan Maalah Al Maun mendapat apresisi dari Mokhammad Fatoni. “Dunia literasi, membaca dan menulis, adalah sebuah dunia yang akan mengajak anak-anak ntuk selangkah lebih maju. Dengan menulis kita akan mampu merubah dunia,” katanya.

Dan Majalah Al-Maun dengan edisi perdananya ini, sambungnya, diharapkan dapat menjadi salah satu wahana santri untuk mengubah dunia ke arah kebaikan,” ujarnya. (*)

Kontributor Dian R. Editor Mohammad Nurfatoni.

Anak-anak yatim yang menerima santunan. (Dian Rahmawati/PWMU.CO)
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu