
PWMU.CO – SMP Muhammadiyah 1 (Spemutu) Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran kontekstual. Hal ini terlihat dalam kegiatan Uji Internal Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dilaksanakan pada Selasa (27/5/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 dengan mengangkat tema “Unique Traditional Game”, dan dilaksanakan serentak di tiga kelas, yakni 7A, 7B, dan 7C.
Melalui proyek ini, siswa diajak untuk mengeksplorasi dan mempresentasikan berbagai permainan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya mengenal dan memainkan permainan, mereka juga diminta menjelaskan nilai-nilai Pancasila yang terkandung di dalamnya, seperti kerja sama, sportivitas, kejujuran, dan gotong royong.
Kegiatan ini dikomandani oleh Kepala Proyek P5 Spemutu Gresik, Beny Firmansyah. Ia menyampaikan bahwa tujuan dari proyek ini bukan sekadar mengenalkan permainan tradisional, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang mulai terlupakan.
“Proyek ini memberikan ruang bagi siswa untuk belajar dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. Terlebih, permainan tradisional mengandung banyak pelajaran penting yang relevan dengan pembentukan karakter pelajar Pancasila,” ujar Beny.
Setiap kelas dinilai oleh penguji yang berbeda. Devi Churriyah bertugas di kelas 7A, Sri Winarni Yuni menjadi penguji di kelas 7B, dan Evi Octavia menilai di kelas 7C.
Salah satu penguji, Devi Churriyah, menyampaikan kesannya terhadap kegiatan ini.
“Para siswa tampil dengan percaya diri dan mampu menjelaskan filosofi dari permainan yang mereka pilih. Mereka tidak hanya memahami cara bermainnya, tetapi juga makna yang terkandung di dalamnya. Ini merupakan pembelajaran karakter yang luar biasa,” ungkapnya.
Antusiasme juga ditunjukkan oleh para siswa. Salah satu siswa kelas 7A, Alvaro Rahman, mengaku bahwa kegiatan ini membantunya mengenal budaya Indonesia dengan cara yang menyenangkan.
“Awalnya saya tidak terlalu tahu tentang permainan tradisional. Tapi setelah mengikuti proyek ini, saya jadi tahu sejarah dan nilai-nilainya. Seru juga bisa bermain bersama teman satu kelompok,” tuturnya.
Sementara itu, Khansa Aghnia dari kelas 7B mengatakan bahwa kegiatan ini membuat proses belajar terasa lebih hidup.
“Biasanya kita belajar dari buku. Sekarang bisa praktik langsung, kerja kelompok, dan menyusun presentasi. Seru banget dan jadi lebih paham,” ucapnya.
Melalui uji internal bertema “Unique Traditional Game” ini, Spemutu berhasil membuktikan bahwa pembelajaran karakter dan kecintaan terhadap budaya bangsa dapat diajarkan secara menyenangkan, aktif, dan kontekstual. Model pembelajaran seperti ini menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka serta mencetak generasi Pelajar Pancasila yang berdaya saing dan berbudaya. (*)
Penulis Frasastra Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments