Nilai luhur spiritualitas Al-Ma’un kembali berdenyut di jantung masyarakat Kabupaten Blitar.
Melalui Lazismu Kabupaten Blitar, amanah kemanusiaan yang terhimpun dari kedermawanan publik sebesar Rp311.493.397 resmi disalurkan untuk meringankan beban para penyintas bencana alam di Sumatra Utara dan Aceh.
Penghimpunan donasi ini bukan sekadar aktivitas filantropi prosedural, melainkan manifestasi nyata dari teologi Islam Berkemajuan yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah.
Menolong sesama dihayati sebagai artikulasi iman dan bentuk ibadah sosial yang konkret.
Sebagaimana wasiat KH Ahmad Dahlan, agama tidak boleh berhenti pada retorika lisan dan ritual formal, melainkan harus mengejawantah dalam laku nyata membela mereka yang terimpit kesulitan.
Gelombang kepedulian ini mengalir dari berbagai ceruk lapisan masyarakat.
Mulai dari jamaah masjid, warga persyarikatan, amal usaha Muhammadiyah (AUM), berbagai komunitas, hingga masyarakat umum yang menaruh kepercayaan penuh kepada Lazismu Kabupaten Blitar.
Soliditas ini menegaskan posisi Lazismu sebagai lembaga yang kredibel, amanah, dan profesional dalam mengelola empati publik.
Seluruh elemen tersebut melebur dalam semangat ta’awun ‘alal birri wat taqwa—bahu-membahu dalam kebaikan dan ketakwaan tanpa sekat golongan.
Muhammadiyah, melalui Lazismu, berperan sebagai wasilah (perantara) yang menyambungkan napas solidaritas warga Blitar kepada saudara-saudara yang terdampak bencana di ujung barat Indonesia.
Direktur Lazismu Kabupaten Blitar, Imro’atun Nasyi’in, menegaskan bahwa gerakan ini adalah bentuk dakwah bil hal (dakwah dengan perbuatan) yang menyentuh langsung akar kebutuhan umat.
“Saat saudara kita tertimpa musibah, hadir mengulurkan tangan adalah mandat moral sekaligus perintah agama. Inilah Islam yang membumi; Islam yang tidak hanya bicara, tetapi menghadirkan solusi,” ujarnya.
Distribusi bantuan dilepas menggunakan Truk Kemanusiaan Muhammadiyah Jawa Timur, sebuah simbol gerak cepat taktis Persyarikatan dalam merespons situasi darurat.
Armada ini mengangkut berbagai kebutuhan krusial bagi para penyintas, mencakup logistik pangan, obat-obatan, perlengkapan sanitasi, serta dukungan dana tunai untuk akselerasi pemulihan awal.
Seluruh proses penyaluran dilakukan melalui koordinasi terpadu dengan jaringan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) guna memastikan bantuan tepat sasaran dan berdampak maksimal.
Di sisi lain, Lazismu Kabupaten Blitar menjamin bahwa setiap rupiah yang dititipkan masyarakat merupakan amanah yang dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel, baik secara kelembagaan maupun moral di hadapan Allah SWT.
“Bencana mungkin merenggut harta benda, namun tidak boleh memadamkan nyala harapan. Dari Blitar, kami tidak hanya mengirimkan materi, tetapi juga doa dan pesan persaudaraan yang melampaui jarak,” tambah Imro’atun.
Aksi ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa Muhammadiyah tetap menjadi mitra terpercaya masyarakat Blitar dalam kerja-kerja kemanusiaan.
Dari spirit Al-Ma’un dan kolektivitas warga lintas latar belakang, harapan kembali disemai di Sumatra Utara dan Aceh sebagai ikhtiar bersama merawat martabat kemanusiaan dan meneguhkan ikatan persaudaraan kebangsaan.***





0 Tanggapan
Empty Comments