Di tengah semangat dakwah dan pembinaan generasi muda, Sekolah Sepak Bola Hizbul Wathan (SSB HW) Bantul hadir sebagai wadah pembinaan olahraga yang tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk karakter islami.
Di bawah naungan Muhammadiyah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, SSB HW Bantul menjadi contoh nyata bagaimana sepak bola bisa menjadi media dakwah dan pembinaan generasi unggul.
SSB ini awalnya bernama SSB Melati Muda yang berdiri sejak awal tahun 2000-an. Seiring dengan semangat pembaruan, pada tahun 2018 nama tersebut resmi berubah menjadi SSB HW Bantul.
Perubahan ini tidak sekadar pergantian nama, tetapi juga mencerminkan arah baru dalam manajemen dan sistem pembinaan yang lebih terstruktur serta berorientasi pada nilai-nilai keislaman dan sportivitas.
Kini, SSB HW Bantul membina sekitar 150 siswa dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak berumur enam tahun hingga remaja. Dengan semangat “berakhlak mulia dan bermental juara,” HW Bantul terus menyiapkan generasi muda yang tangguh di lapangan dan berkarakter kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Berlatih di dua lokasi utama—Lapangan Ringinharjo dan Lapangan Pasutan, Bantul—kegiatan latihan SSB HW Bantul berlangsung rutin setiap Selasa dan Kamis sore pukul 16.00 serta Ahad pagi pukul 07.00 hingga 09.00 WIB.
Dalam setiap sesi, anak-anak tidak hanya berlatih teknik dasar sepak bola seperti passing, dribbling, dan shooting, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai disiplin, kebersamaan, dan tanggung jawab.
Yang menarik, para pelatih di HW Bantul merupakan mantan pemain dan alumni HW sendiri. Nama-nama seperti Johan Manaji dan Sajuri Syahid—mantan pelatih legendaris Persiba Bantul yang akrab disapa Mister Koprol—kini kembali turun tangan membina adik-adik generasi penerus.
Dalam upaya meningkatkan kompetensi pemain, HW Bantul juga menjalin kerja sama dengan klub-klub lokal, seperti UAD FC yang berlaga di Liga 4 DIY.
Kolaborasi ini membuka peluang bagi para pemain muda HW untuk naik ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi dan memperluas pengalaman bertanding.
Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Gatot Sugiharto, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi pembinaan usia dini di HW Bantul.
“Semua siswa SSB HW Bantul menjalankan rambu-rambu profil olahragawan Muhammadiyah. Atlet Muhammadiyah harus sehat jasmani dan rohani, berperilaku baik, serta berprestasi unggul di lapangan dan di masyarakat,” ujarnya pada Jumat (17/10/2025).
Dia menegaskan, pesepak bola Hizbul Wathan tidak cukup hanya jago bermain bola, tetapi juga harus rajin salat dan tekun belajar. “Dengan begitu, kalian akan sukses dalam mengarungi kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat,” tambahnya.
Sementara itu, Nur Cholis, salah satu pengurus SSB HW Bantul, menegaskan bahwa tujuan utama SSB ini bukan hanya mencetak pemain berbakat, tetapi juga membangun karakter dan akhlak mulia.
“Di SSB HW Bantul, kami mengajarkan anak-anak untuk semangat di sepak bola, rajin salat, dan berprestasi dalam akademik. Semua harus seimbang,” ujarnya.
Dengan semangat tersebut, SSB HW Bantul terus tumbuh menjadi lembaga pembinaan olahraga yang menginspirasi. Di lapangan, mereka berlari mengejar bola; di kehidupan, mereka berlari mengejar cita-cita dengan iman dan akhlak sebagai panduan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments