
PWMU.CO – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah (STITM) Paciran menggelar pembekalan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) bagi mahasiswa kelas reguler dan akselerasi, Senin (28/7/2025). Kegiatan berlangsung di lantai 2 Kampus I STITM Paciran dan diikuti 47 mahasiswa.
Mengusung tema “KKNT Berbasis Pembelajaran Deep Learning sebagai Penunjang Kurikulum Merdeka”, pembekalan ini menjadi langkah awal sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi pengabdian.
Ketua STITM Paciran Idzi’ Layyinnati MPd menyampaikan harapan agar para peserta dapat menjalankan program KKNT dengan baik dan memberi kontribusi nyata bagi lembaga yang menjadi tempat pengabdian mereka.
“Semoga mahasiswa mampu melaksanakan pengabdian dengan optimal dan menjalankan program projek secara profesional dan bermanfaat,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Peserta dan Lokasi KKNT
Sebanyak 25 mahasiswa kelas reguler dibagi dalam enam kelompok yang disebar di berbagai lembaga pendidikan Muhammadiyah, yaitu: MIM 04 Blimbing, MAM 11 Kranji, MAM 02 Pondok Modern Paciran, SMKM 2 Brondong, SMAM 9 Sedayulawas, dan MAM 10 Palirangan
Sementara itu, 22 mahasiswa kelas akselerasi akan melaksanakan KKNT di lembaga tempat mereka mengajar, sesuai skema pengabdian individual.
Susunan Acara dan Materi
Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh Wakil Ketua I STITM Maftuhah MPd, dilanjutkan pembacaan ayat suci al-Quran oleh mahasiswa KKNT, Beni Nugroho.
Laporan kegiatan disampaikan oleh Wakil Ketua III Suntari MPdI. Sesi sambutan dan arahan disampaikan langsung oleh Ketua STITM Paciran, serta doa penutup oleh Ketua BPH STITM Hasan Rasidi MPdI.
Acara kemudian dilanjutkan dengan enam sesi materi yang disampaikan oleh para dosen STITM:
Satu, Penanaman Self Attitude
Disampaikan oleh Hasan Rasidi MPdI dan dimoderatori Jauhara Albar Rauhullah MAg. Materi ini menekankan pentingnya membangun kepribadian tangguh, percaya diri, jujur, dan bertanggung jawab sebagai fondasi pengabdian yang bermakna.
Dua, Pembelajaran Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka
Dipaparkan oleh Idzi’ Layyinnati MPd dan dimoderatori Suharsono MPd. Materi ini menjelaskan bahwa pendekatan deep learning mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan kontekstual sesuai semangat Kurikulum Merdeka.
Tiga, Pengelompokan dan Perancangan Proyek KKNT
Maftuhah MPd menjelaskan pentingnya strategi pengelompokan dan desain proyek berbasis kolaborasi dan kebutuhan lokal. Sesi ini dimoderatori oleh Wanda Isnaniyah SPd.
Empat, Teknis Pelaporan KKNT
Suntari MPdI menyampaikan panduan penyusunan laporan kegiatan harian dan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik mahasiswa. Moderator sesi ini adalah Johar Gemilang Abadi SPd.
Lima, Manajemen Sekolah dan Madrasah
Materi terakhir disampaikan oleh Himmatul Husniyah MPd dan dimoderatori Muhammad Kholis MPd. Sesi ini membahas pengelolaan pendidikan yang efektif dan adaptif di era Kurikulum Merdeka.
Sinergi Kampus dan Masyarakat
Kegiatan ini menegaskan bahwa KKNT bukan sekadar program pengabdian, melainkan bagian dari strategi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pendidikan nasional. Pendekatan deep learning diharapkan menjadi kontribusi nyata STITM Paciran dalam memperkuat mutu pembelajaran di sekolah-sekolah mitra.
“Mahasiswa harus menjadi fasilitator dan inovator pembelajaran, bukan sekadar pengajar. Inilah saatnya kampus hadir menjadi solusi bagi masyarakat,” ujar Idzi’ Layyinnati dalam sesi materinya. (*)
Penulis Maftuhah Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan






0 Tanggapan
Empty Comments