Penialaian ujian tengah semester Gasal yang saat ini dikenal dengan istilah asesmen Sumatif Tengah Semester (STS) tahun ini untuk siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng, Banyuwangi, menggunakan sistem Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) atau handphone (HP).
Pelaksanaan STS SMA Muha Genteng dimulai pada Senin (22/9/2025), dan akan berakhir pada Jumat (3/10/2025), sepuluh kali pertemuan pada hari efektif fakultatif sebagaimana hari pembelajaran biasa, yaitu hari Sabtu libur.
Ujian tengah semester Gasal saat ini dibagi menjadi tiga sesi, dimulai dari kelas XII untuk sesi pertama dari pukul 07.15–09.15 WIB, mundur lima belas menit karena seluruh kelas XII pada pukul 06.00–07.00 WIB harus mengikuti pendalaman Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang sudah berjalan selama dua bulan, kemudian disambung sesi kedua untuk kelas XI dimulai tepat pukul 09.30–11.30 WIB.
Kemudian dilanjutkan sesi ketiga untuk kelas X yang pelaksanaannya setelah salat Dhuhur tepatnya pukul 12.00–14.00 WIB yang setiap sesi ada dua mata pelajaran yang diujikan.
“Dengan jumlah siswa hampir enam ratus tidak mungkin kita mengadakan ujian satu sesi karena jumlah pengawas/guru tidak mencukupi disamping itu untuk berjaga-jaga gangguan jaringan,” jelas Mukson Hidayat, M.T., ketua panitia STS Gasal 2025.
Efektif dan Efisien
Untuk memanfaatkan server milik sekolah yang selama ini dipakai untuk mengunggah kegiatan atau promosi di media sosial, maka selaku guru penanggung jawab terkait dengan masalah jaringan internet di sekolah, Ginanjar Aprilia Rizqoni, S.Hum. menawarkan kepada wakil kepala Kurikulum, Arif Imam Subhi, S.Si. untuk STS kali ini menggunakan UTBK.
“Di samping anak-anak sudah sangat familiar dengan HP, kita bisa memangkas waktu, tenaga, dan biaya,” ujar Ginanjar, dan setelah berkoordinasi dengan semua pihak akhirnya UTBK diberlakukan mulai semester ini.
Lebih lanjut Ginanjar menjelaskan, bahwa setiap program ada kelebihan dan kelemahan untuk kelebihan jelas lebih efektif dari banyak hal, tetapi kelemahan saat ada gangguan jaringan internet yang bisa menghambat waktu.
“Oleh karenanya, terkait dengan jaringan kami selalu berkoordinasi dengan pihak terkait agar aman, tidak lemot. Untuk mengantisipasi terkait dengan masalah HP siswa yang tidak bisa support atau gangguan lain, kami sudah menyediakan 30 laptop di ruang operator dan jaringan Wi-Fi sekolah sudah kita antisipasi, insyaAllah aman,” jelasnya.
Hingga hari kedua pelaksanaan STS Gasal 2025 SMA Muha Genteng dengan menggunakan sistem UTBK berjalan dengan lancar, baik jaringan Wi-Fi maupun server bisa dikendalikan. Ada beberapa siswa yang HP-nya tidak support langsung mengerjakan di ruang proktor/tekinisi jaringan ujian.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments