Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Student Breakthrough Vol. 1: PD IPM Kota Batu Kampanyekan Stop Kekerasan Berbasis Gender pada Pelajar

Iklan Landscape Smamda
Student Breakthrough Vol. 1: PD IPM Kota Batu Kampanyekan Stop Kekerasan Berbasis Gender pada Pelajar
Foto bersama setelah kegiatan Edukasi Kekerasan Berbasis Gender. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Batu menyelenggarakan kegiatan Edukasi Kekerasan Berbasis Gender pada Minggu (15/2/2026) di La’Coco Cafe Kota Batu.

Kegiatan bertajuk Student Breakthrough Vol. 1: “Stop the Fright, Stand for the Right” ini merupakan inisiatif Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan yang dilatarbelakangi maraknya kasus kekerasan terhadap anak yang belakangan menjadi perhatian publik.

Berdasarkan data Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024, tercatat bahwa anak usia 13-17 tahun setidaknya pernah mengalami kekerasan dengan persentase mencapai 50,78 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai pencegahan dan perlindungan anak menjadi urgensi bersama.

Dalam sambutannya, Ketua PD IPM Kota Batu, Rijal Fikri Maulana, menegaskan pentingnya menghadirkan ruang diskusi terkait isu gender di kalangan pelajar. Ia menyampaikan bahwa seminggu setelah Muktamar, terjadi perubahan nomenklatur bidang dari Ipmawati menjadi Pengarusutamaan Gender (PUG).

Perubahan tersebut, menurutnya, mencerminkan keseriusan organisasi dalam merespons isu kesetaraan secara lebih komprehensif. Ia menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar perubahan administratif, melainkan bentuk komitmen untuk memperluas perspektif dan gerakan dalam mewujudkan lingkungan yang lebih adil dan setara.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas pelajar sekolah Muhammadiyah maupun non-Muhammadiyah di Kota Batu. Kehadiran peserta dari beragam latar belakang sekolah tersebut menunjukkan tingginya kepedulian pelajar terhadap isu kekerasan berbasis gender.

Materi disampaikan oleh Nuri Ayu Rahmawati, S.Sos., yang merupakan seorang aktivis kesejahteraan sosial yang berkomitmen mendukung tumbuh kembang anak dan remaja agar memiliki kehidupan yang terarah serta terlindungi.

Penyampaian materi diawali dengan pemahaman dasar tentang kesetaraan gender, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai berbagai bentuk kekerasan berbasis gender yang dapat dialami anak, seperti sunat perempuan (female genital mutilation), pernikahan anak (child marriage), child grooming, sextortion, hingga kekerasan seksual berbasis daring.

Selain membahas berbagai bentuk kekerasan, pemateri juga memaparkan jalur pelaporan yang dapat ditempuh serta prosedur tanggap darurat apabila terjadi kasus kekerasan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Peserta kemudian diajak merefleksikan perasaan dan pemahaman mereka setelah mengenali beragam bentuk kekerasan tersebut, guna menumbuhkan kesadaran diri sekaligus memperkuat empati. Diskusi berlangsung aktif dan dinamis berkat tingginya antusiasme peserta.

Salah satu peserta menyampaikan kesan dan pesannya bahwa selama mengikuti kegiatan tersebut

“Selama mengikuti kegiatan hari ini saya sangat senang karena bisa menambah wawasan mengenai kekerasan berbasis gender. Pematerinya juga keren dan sesi diskusinya seru banget. Semoga ke depannya ada lagi kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi kriya menghias cermin sebagai wadah ekspresi kreativitas sekaligus simbol refleksi diri dan penguatan kepercayaan diri. Melalui aktivitas ini, peserta diajak menyadari bahwa setiap individu berharga dan berhak memperoleh ruang yang aman.

Kegiatan ini diketuai oleh Fuaida Berliana Almansyah yang turut menjadi fasilitator bersama Alifia Shafarotuz Zahra, Shafira Aulia Bilqis, dan Fadillah Avieroes Asy’ari. Kolaborasi para fasilitator tersebut menghadirkan suasana pembelajaran yang suportif, partisipatif, dan reflektif bagi seluruh peserta.

Student Breakthrough Vol. 1 menjadi langkah nyata PD IPM Kota Batu dalam memperjuangkan kesetaraan gender sekaligus menghadirkan ruang aman bagi setiap anak dan pelajar.

Acara ini diharapkan mampu menumbuhkan keberanian pelajar untuk bersuara, saling melindungi, serta berkolaborasi dalam membangun lingkungan yang adil, setara, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu