Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Study Tiru: Salah Satu Strategi Tingkatkan Kaderisasi Aisyiyah Cabang dan Ranting

Iklan Landscape Smamda
Study Tiru: Salah Satu Strategi Tingkatkan Kaderisasi Aisyiyah Cabang dan Ranting
pwmu.co -
study tiru

PWMU.CO – Menjadi bagian dari sebuah organisasi bukanlah hal yang mudah, apalagi jika seseorang memilih untuk terlibat sebagai pengurus.

Keputusan ini menuntut pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, bahkan biaya. Tidak semua orang bersedia atau mampu meluangkan sebagian hidupnya untuk sebuah aktivitas sosial yang seringkali tidak menjanjikan keuntungan materi.

Namun justru di situlah nilai dari seorang organisator: mampu menyeimbangkan kepentingan pribadi, keluarga, pekerjaan, dan amanah organisasi.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, organisasi perempuan Muhammadiyah, yakni Aisyiyah, menghadapi tantangan serius dalam proses kaderisasi, khususnya di tingkat cabang dan ranting.

Realita Aisyiyah Hari Ini

Di atas kertas, secara administratif, keberadaan kepemimpinan Aisyiyah dari tingkat daerah, cabang, hingga ranting tampak lengkap. Namun pada kenyataannya, pengisian struktur dan regenerasi kepengurusan masih menemui jalan terjal.

Fenomena yang sering terjadi adalah adanya ‘double nama’. Satu orang bisa merangkap menjadi pengurus di tingkat daerah, cabang, bahkan ranting secara bersamaan.

Sumber daya manusia yang terbatas membuat kegiatan organisasi hanya digerakkan oleh segelintir orang itu-itu saja. Akibatnya, roda organisasi berjalan lambat dan potensi kaderisasi menjadi terhambat.

Di satu sisi, memang ada cabang atau ranting yang berhasil mencetak kader baru dan memperkuat struktur organisasinya. Namun di sisi lain, tidak sedikit pula yang stagnan, bahkan kesulitan membentuk struktur dasar di tingkat ranting.

Hal ini bukanlah persoalan baru. Sudah menjadi pembahasan umum dalam berbagai forum musyawarah, termasuk dalam Musyawarah Pimpinan Daerah (MUSPIMDA).

Dalam forum seperti MUSPIMDA inilah muncul gagasan tentang “study tiru” sebagai salah satu strategi peningkatan kaderisasi.

Strategi ini mengajak pimpinan Aisyiyah di daerah-daerah yang mengalami kendala kaderisasi untuk menengok dan mempelajari praktik baik dari daerah lain yang telah berhasil mengembangkan sistem kaderisasinya.

Melalui kegiatan study tiru, pimpinan cabang dan ranting bisa menggali berbagai pendekatan, metode, dan jenis kegiatan yang terbukti efektif dalam menarik minat masyarakat, terutama kaum perempuan, untuk bergabung dalam gerakan Aisyiyah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Tidak hanya meniru dalam bentuk kegiatan, tetapi juga belajar membangun pola komunikasi, pengelolaan kader, dan inovasi program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekitar.

Kunci Keberhasilan Kaderisasi

Salah satu kunci keberhasilan kaderisasi terletak pada relevansi kegiatan organisasi dengan kebutuhan riil masyarakat.

Oleh karena itu, daerah-daerah yang aktif biasanya memiliki berbagai kegiatan menarik dan fungsional. Seperti pengobatan gratis, senam sehat, pelatihan keterampilan (membuat kue, minuman herbal, menjahit, dan lainnya), serta kegiatan sosial lainnya yang bersentuhan langsung dengan keseharian warga.

Kegiatan semacam itu bukan hanya menjadi sarana promosi organisasi, tetapi juga pintu masuk untuk membentuk ikatan emosional antara masyarakat dengan Aisyiyah.

Ketika masyarakat merasakan manfaat dan kehadiran nyata organisasi di tengah kehidupan mereka, maka dengan sendirinya mereka akan terdorong untuk ikut serta dalam kegiatan, bahkan menjadi kader aktif.

Oleh karena itu, strategi study tiru menjadi penting dan perlu digalakkan secara berkelanjutan. Organisasi harus membuka ruang belajar antardaerah, saling berbagi praktik baik, dan menumbuhkan semangat gotong-royong dalam membesarkan Aisyiyah.

Kaderisasi bukan semata soal jumlah, tetapi juga soal kualitas. Dibutuhkan kader-kader yang tidak hanya banyak, tetapi juga militan, visioner, dan memiliki semangat keikhlasan dalam berjuang.

Sebagai penutup, penting kiranya bagi pimpinan Aisyiyah di seluruh tingkatan untuk mulai memetakan potensi daerahnya, membangun inovasi program. Serta menjalin jejaring dengan daerah lain melalui strategi study tiru.

Dengan begitu, kaderisasi Aisyiyah akan semakin kuat, solid, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan semangat pembaruan yang tetap berlandaskan pada nilai-nilai Islam dan semangat perjuangan perempuan Muhammadiyah.

Penulis Miftakhul Rohmah, Editor Danar Trivasya Fikri

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu