Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Suara Merdu Imam Palestina Menggema di Masjid Baiturrahman Krian Sidoarjo

Iklan Landscape Smamda
Suara Merdu Imam Palestina Menggema di Masjid Baiturrahman Krian Sidoarjo
Syekh Muhammad Wa'il Arif Syammallakh dari Palestina beserta tim Lazismu PDM Sidoarjo di Masjid Baiturrahman Krian, Sidoarjo, Foto: Ist/PWMU.CO
pwmu.co -

Kajian Ramadan bertajuk “Safari Dakwah Palestina” di Masjid Baiturrahman Krian, Sidoarjo, berlangsung penuh haru setelah menghadirkan imam muda asal Palestina, Syekh Muhammad Wa’il Arif Syammallakh, pada Kamis (05/03/2026).

Kehadiran Syekh Muhammad sebagai imam salat Isya dan Tarawih membuat suasana masjid mendadak dipenuhi jemaah. Masjid yang berada di kompleks pendidikan TK ABA dan SD Muhammadiyah 1 Krian itu menjadi saksi kekhusyukan ratusan jemaah yang datang untuk mengikuti rangkaian kegiatan Ramadan tersebut.

Kegiatan ini juga menghadirkan tim Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo yang turut mendampingi Syekh Muhammad sekaligus bertindak sebagai penerjemah selama berlangsungnya kajian.

Suara Merdu Layaknya Imam Masjidil Haram

Suasana salat berjemaah terasa begitu khidmat ketika Syekh Muhammad melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Lantunan bacaan Surah Al-Isra yang ia baca menggema di setiap sudut masjid berlantai dua tersebut.

Suara imam muda asal Palestina itu terdengar lantang, fasih, dan merdu sehingga banyak jemaah menilai lantunannya menyerupai imam di Masjidil Haram.

Kekhusyukan tersebut membuat pelaksanaan salat Tarawih sebanyak 13 rakaat terasa begitu singkat. Jemaah tampak terpaku menikmati keindahan bacaan Al-Qur’an yang dibawakan oleh Syekh Muhammad.

Kontras Ramadan di Indonesia dan Palestina

Setelah salat berjemaah selesai, Syekh Muhammad menyampaikan tausiyah yang menyentuh hati para jemaah. Ia mengingatkan bahwa Ramadan telah memasuki pertengahan bulan dan mengajak umat Islam memanfaatkan sisa waktu dengan memperbanyak amal kebaikan.

“Mari isi sisa Ramadan ini dengan amal saleh, terutama memperbanyak infak dan sedekah,” ajaknya.

Dalam ceramahnya, ia juga menggambarkan kondisi Ramadan yang sangat berbeda antara Indonesia dan Palestina. Jika di Indonesia masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan penuh kebahagiaan dan hidangan berbuka yang berlimpah, situasi di Palestina justru dipenuhi penderitaan.

Menurutnya, serangan rudal yang terus terjadi membuat kehidupan masyarakat di sana semakin sulit.

“Di Palestina, umat Muslim mungkin bisa makan sahur, tetapi saat berbuka seringkali tidak ada yang dimakan. Mereka hanya minum air, itu pun jika ada,” ungkapnya dengan nada getir.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kisah Pilu Warga Palestina

Kisah yang disampaikan Syekh Muhammad semakin menyentuh ketika ia menceritakan kondisi keluarga-keluarga di Palestina yang kerap kehilangan anggota keluarganya akibat konflik yang terus berlangsung.

Banyak warga Palestina yang saat sahur masih berkumpul bersama keluarga, namun ketika waktu berbuka tiba mereka harus menerima kenyataan pahit karena kehilangan ayah, ibu, ataupun anak-anak yang gugur sebagai syuhada.

Ia kemudian mengutip firman Allah dalam Surah Ali ‘Imran ayat 169 yang menjelaskan bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah tidaklah mati, melainkan hidup di sisi-Nya.

وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

Artinya: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.

“Hanya satu impian Muslim Palestina saat ini, mereka ingin bisa kembali salat berjemaah dengan tenang di Masjidil Aqsa,” tegas pemuda yang kini sedang menempuh pendidikan semester empat di Universitas Alexandria Mesir tersebut.

Kepedulian Jemaah Masjid Baiturrahman

Di akhir kegiatan, Syekh Muhammad mengajak jemaah untuk menunjukkan kepedulian terhadap saudara-saudara mereka di Palestina, baik melalui doa maupun bantuan kemanusiaan.

Ajakan tersebut mendapat sambutan hangat dari jemaah Masjid Baiturrahman Krian. Banyak di antara mereka yang langsung memberikan donasi, baik secara tunai maupun melalui transfer ke rekening Lazismu PDM Sidoarjo.

Sebagai bentuk apresiasi, Lazismu memberikan cendera mata berupa syal Palestina kepada para donatur. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama Syekh Muhammad yang disambut antusias oleh para jemaah.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu