Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di halaman SD Muhammadiyah 19 Surabaya (Sekolah CERIA) pada Jumat pagi (24/10/2025). Seluruh civitas sekolah—mulai dari siswa kelas 1 hingga kelas 6, guru, hingga tenaga kependidikan—berkumpul dalam kegiatan doa bersama, murojaah, dan makan bersama untuk memperingati Hari Santri Nasional 2025.
Dengan penuh semangat, anak-anak duduk rapi di halaman sekolah, mengenakan seragam putih yang bersih dan senyum yang tulus. Kegiatan ini dipandu oleh Ruzainah Malika Qotrunnada, S.Pd, guru Ismuba yang memimpin jalannya acara dari awal hingga akhir. Kegiatan tersebut berjalan dengan khidmat namun tetap ceria—sesuai dengan karakter khas Sekolah CERIA.
Meneladani Semangat Santri Setiap Hari
Dalam amanatnya, Kepala Sekolah Maliki, S.Thi., M.Pd. mengingatkan bahwa ibadah bukanlah aktivitas yang dilakukan hanya pada momen-momen tertentu.
“Beribadah tidak cukup hanya ketika memperingati Hari Santri. Kita harus membiasakannya setiap hari agar tumbuh sikap santri yang sejati—taat, rendah hati, dan istiqamah,” pesannya.
Lebih lanjut, beliau berharap agar seluruh siswa menjadi santri seumur hidup—santri yang tidak hanya belajar agama di sekolah, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya di rumah, di lingkungan, dan di masa depan mereka nanti.
Untuk memperkuat karakter tersebut, Maliki juga mengajak siswa meneladani enam nilai utama SANTRI CERIA, yaitu:
- Shalih/Shalihah – berakhlak baik dan taat kepada Allaah
- Amar Ma’ruf – mengajak kepada kebaikan.
- Nahi Munkar – menjauhi perbuatan buruk
- Tawadhu’ – rendah hati kepada sesam
- Rajin – tekun belajar dan beribadah
- Istiqomah – konsisten dalam kebaikan
Belajar, Berdoa, dan Makan Bersama dengan Gembira
Kegiatan dilanjutkan dengan murojaah bersama yang dipimpin oleh Ustadzah UMMI. Lantunan ayat-ayat al Quran menggema lembut, menciptakan suasana yang menenangkan dan menambah kekhusyukan peringatan Hari Santri tahun ini.
Setelahnya, para siswa membuka bekal sehat yang telah dibawa dari rumah. Pemandangan anak-anak duduk berkelompok, berbagi makanan sambil bercanda ringan, menjadi momen sederhana namun sarat makna—mengajarkan kebersamaan dan rasa syukur.
Berbeda dengan kelas lainnya, siswa kelas 6 harus melanjutkan kegiatan mereka dengan mengikuti try out TKA yang diselenggarakan oleh K3S SD/MI Muhammadiyah Surabaya. Meski sibuk dengan ujian, mereka tetap mengikuti semangat Hari Santri dengan disiplin dan ceria.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa semangat santri bukan hanya milik pesantren, tetapi juga bisa tumbuh di sekolah dasar melalui pembiasaan ibadah, murojaah, dan pembentukan karakter.
“Sekolah CERIA Mencetak Santri Seumur Hidup,” SD Muhammadiyah 19 Surabaya berharap dapat melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan istiqamah dalam kebaikan—bukan hanya di Hari Santri, tetapi setiap hari. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments