Suasana penuh khidmat mewarnai pembukaan kegiatan Pesantren Kilat Mondok Seru SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) Gresik, yang digelar di ruang utama Masjid Al Ittihad Al Islami Camplong, Kamis (18/9/2025).
Acara ini menjadi momentum penting dalam rangkaian kegiatan pembinaan karakter Islami bagi siswa kelas VI yang akan mengikuti program selama tiga hari penuh di lingkungan pesantren.
Tepat pukul 11.30 WIB para peserta bersama guru pendamping sudah hadir di lokasi dengan penuh antusiasme, meskipun terlihat letih setelah melakukan perjalanan jauh. Kehadiran mereka disambut hangat oleh segenap asatidz, asatidzah, santri, dan santriwati Ma’had Al Ittihad Al Islami Camplong.
Rangkaian penyambutan ini sekaligus menegaskan bahwa dunia pendidikan dan pesantren merupakan rumah besar bagi siapa saja yang ingin menimba ilmu dan memperkuat karakter keislaman.
Acara pembukaan dipandu langsung oleh Humas Ma’had Ustaz Imam Hasanudin Lc. Ia memulai rangkaian kegiatan dengan mengajak seluruh hadirin melantunkan basmalah, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an.
Suasana masjid yang megah semakin terasa syahdu dengan lantunan ayat suci yang menggetarkan hati. Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Al Ittihad Al Islami Camplong, Ustaz Ahmad Khoirul Anam, Lc., menyampaikan rasa bahagia atas kedatangan rombongan SD Muwri.
Ia membuka sambutannya dengan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan guru pendamping.
“Saat ini kita berada di Masjid Al Ittihad Al Islami Camplong. Masjid ini dibangun dengan anggaran sekitar 3 miliar rupiah lebih dan baru pertama kali digunakan pada kesempatan ini, meskipun belum diresmikan secara resmi. Pembangunan masjid ini terwujud melalui perantara alumni, bantuan muhsinin, agniya, dan kehadiran siswa SD Muhammadiyah Wringinanom ini juga melalui perantara alumni,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ustaz Anam menekankan bahwa sejarah peradaban umat Islam selalu bermula dari masjid. Ia mencontohkan bagaimana Nabi Ibrahim mendirikan tempat ibadah dan berdoa agar keturunannya menjadi hamba yang istiqamah.
Demikian pula Nabi Muhammad SAW, ketika tiba di Madinah, langkah pertama yang beliau lakukan adalah membangun masjid sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat.
“Program masjid sesungguhnya hanya dua, yakni mendirikan salat dan menunaikan zakat. Dari masjid inilah akan lahir generasi yang kuat secara spiritual, sosial, dan moral,” tegasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments