
PWMU.CO – Datangnya sapi dan kambing kurban SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menjadi hiburan bagi para siswa, Kamis (5/6/2025).
Kambing dan sapi bagi anak-anak yang tinggal di desa bukan pemandangan yang aneh, tetapi bagi para siswa-siswi yang tinggal di kota menjadi pemandangan istimewa.
Datangnya satu pickup kambing kurban di halaman SD Musix membuyarkan konsentrasi para siswa yang sedang belajar di kelas.
“Hey….. Kambing-kbing sudah kita datang!” teriak salah seorang siswa kelas 1-B memprovokasi teman-temannya.
“Ustdzah, boleh nonton kambing ya!” rengek anak-anak sambil berlarian.
“Bokeh, asalkan nggak boleh nakal, ya,” sahut Chattingan, panggilan akrab Catharina Lestari, SPd guru kelas 1-B.
Seketika anak-anak langsung berlarian berebut jalan menuju halaman.
Bagaikan anak ayam kehilangan induk tingkah mereka. Anak-anak yang sedang berseragam Pandu HW ini saling berebut kambing-kambing yang belum sempat ditambatkan.
Siswa yang ikut turun ke lapangan bukan hanya kelas satu, tetapi juga kelas lain. Mereka ada yang memberi makan sapi dan kambing, ada yang mengelus-elus kepala sapi, bahkan ada yang sibuk akan menaiki kambing walaupun tidak berhasil. Ada juga yang duduk-duduk melihat dari kejauhan.
“Pegang erat-erat talinya, jangan sampai lepas,” seru Alvaro Artharizky, kelas 1-A, pemilik kambing warna putih hitam.
“Mereka sengaja kita biarkan, mereka sedang berinteraksi dengan kambing-kambing mereka sendiri,” seru Nurun Naharo, SAg MPdI, penanggung jawab pembelian ternak kurban sambil mengawasi anak-anak.
“Ustadz, kambing saya kok gak mau makan, kenapa, ya?” tanya Alycia Azzahra Al Amin, siswa kelas 1 ICP.
“Gak papa, karena dari tadi makan terus, perutnya sudah kenyang,” jawab Nur, panggilan akrab Nurun Naharo.
Hiruk-pikuk dan senda gurau anak-anak yang tidak pernah berinteraksi langsung dengan kambing membuat halaman menjadi porak-poranda, penuh dengan rerumputan makanan ternak.
Kambing-kambing kurban SD Musix ini berasal dari dan atas nama para siswa. Selain itu, ada juga iuran kelas.
“Ada tiga kambing hasil urunan kelas. Kambing ini dari kelas 1-A ICP, 2-ICP, dan 5-ICP,” kata Jihan Nurilla SPd, sekretaris panitia.
Bahkan, katanya lagi, dua kambing dari satu anak atas nama Syarifah Hafsah Dzakiyya dan mamanya.
Seolah tidak ada kata lelah dalam bermain, tanpa terasa mereka telah bermain berjam-jam. Karena waktu salat Dzuhur telah tiba, maka mereka segera dipanggil gurunya untuk mengambil air wudhu untuk salat Dzuhur.
“Semoga besok hari Sabtu pada waktu pelaksanaan pemotongan hewan kurban lancar tanpa hambatan,” harapan M Ali, ketua panitia. (*)
Penulis Basirun Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments