Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang menjadi tuan rumah Kajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim selalu beriringan dengan berkah.
Demikian disampaikan Ketua PWM Jatim Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM saat memberi sambutan dalam pembukaan Kajian Ramadan 1447 H di Universitas Muhammadiyah (UM) Jember (21/2/2026).
“Jangankan 15 jurusan, insyaallah di Universitas Muhammadiyah Jember ini 30 jurusan akan menjadi mudah,” kata Sukadiono sambil mencontohkan keberkahan kampus-kampus Unmuh lain yang pernah menjadi tuan rumah Kajian Ramadan.
“Intinya, banyak kemudahan dan kelancaran dalam mengelola kampus,” imbuh Deputi Bidang Kesehatan Kemenko PMK.
Termasuk capaian prestisius kampus yang memiliki Fakultas Kedokteran bukanlah sesuatu yang mustahil, termasuk bagi Unmuh Jember.
“Apalah arti perguruan tinggi jika tidak punya Fakultas Kedokteran,” seloroh Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) periode 2012–2024 itu agar Unmuh Jember segera membuka Fakultas Kedokteran.
Dia lantas mencontohkan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang telah berhasil membuka Fakultas Kedokteran.
“Plus Kedokteran Gigi (FKG),” tambahnya sambil menceritakan tentang Umsida yang menjadi tuan rumah kegiatan PWM Jatim.
Selain memberi semangat pada Unmuh Jember, Sukadiono juga mendorong Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) untuk ber-fastabiqul khairat. Caranya, dengan menunjuk UMG sebagai tuan rumah Kajian Ramadan 1448 H/2027 M.
Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) yang usianya lebih muda dari UMG berhasil membangun auditorium yang besar. Hal itu terjadi setelah Umla ditunjuk sebagai tuan rumah Kajian Ramadan.
“Bahasa saya yok opo carane (bagaimana caranya) tahun ngarep nduwe gedung anyar,” ujar Sukadiono mendorong UMG. Sebuah gedung yang, jelas Ketua PWM Jatim ini, setidaknya mampu menampung 2.000 orang. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments