Search
Menu
Mode Gelap

Sukses Pasca Ramadan

Sukses Pasca Ramadan
pwmu.co -
Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi, Abdul Latif. (Istimewa/PWMU.CO)
Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi, Abdul Latif. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Mengawali Pengajian Ahad Pagi bakda Ramadan dan Idul Fitri, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kalibaru menghadirkan ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi, Abdul Latif, sebagai narasumber, Ahad, (20/04/2025). Ia membawakan materi “Sukses Pasca Ramadan”. Hadir dalam pengajian ini segenap warga Cabang Muhammadiyah Kalibaru dan jamah Masjid Al Ihsan.

Mengawali ceramahnya, Abdul Latif mengajak para jamaah untuk senantiasa bersyukur, dengan mengerahkan segala potensi yang dimiliki untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya.

“Semua yang diperintahkan oleh Allah pasti bermanfaat, dan semua yang dilarang oleh Allah pasti mendatangkan mudhorot,” jelasnya.

Oleh karena itu, umat nabi Muhammad berkewajiban mengikuti perintah nabi, sebagaimana umat Islam menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. Larangan makan dan minum di siang hari, tidak bergunjing, tidak melakukan aktivitas dosa, hendaknya tetap menjadi kebiasaan umat Islam setelah Ramadan berlalu.

Enam Karakter Sukses Pasca Ramadan (SUKSES)

1. Sabar

Setelah puasa berakhir mestinya semua yang menjalankan puasa harus lebih sabar. Karakter sabar sangat penting dalam mengarungi kehidupan sehari-hari. Allah akan menguji kesabaran umatnya dengan kesedihan dan kebaikan. Banyak orang yang berhasil menghadapi ujian lewat kesedihan tetapi gagal lewat ujian kebaikan. QS Al Baqoroh, 153, Allah berfirman “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat.”

Sabar itu bukan diam menunggu datangnya keajaiban. Sabar itu seperti puasa, bukan sekedar menunggu datangnya maghrib, tetapi harus tetap beraktivitas dan berusaha semaksimal mungkin. Firman Allah dalam QS 13, ayat 11 “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah Nasib suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

2. Unggul

Dalam QS Al Baqoroh 183, tujuan puasa adalah bertakwa. Takwa itu artinya unggul, tinggi derajadnya. Sebagaimana firman Allah dalam QS Ali Imron 110, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh yang makruf dan mencegah yang mungkar.” Umat unggul itu bukan yang terbaik untuk dirinya dan keluarganya saja, tetapi juga baik buat lingkungannya, buat bangsa, dan negaranya.

3. Komitmen, konsisten (istikomah)

Firman Allah QS Al Ahqof ayat 13 “Sesungguhnya orang-orang yang berkata” Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka tetap istikomah tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.”

Seseorang yang sudah bersahadat seharusnya syahadat yang diucapkannya mampu menggerakkan seluruh tubuhnya untuk senantiasa beribadah kepada Allah. Mereka tidak takut kepada siapa pun, kecuali hanya kepada Allah. Mereka akan dihindarkan dari rasa sedih, apalagi kalau hanya untuk urusan dunia atau keluarganya.

4. Sungguh-sungguh

Dalam Bahasa Al Quran sungguh-sungguh adalah makna dari kata jihad. Dalam QS Al Angkabut ayat 69, Allah berfirman “Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridhoan Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” Jihat itu bersungguh-sungguh dalam setiap aktivitas, Ikhlas hanya karena Allah semata. Amalan yang niatnya mendapatkan imbalan dari selain Allah tidak akan diridhoi Allah dan bahkan tidak diterima oleh Allah swt.

5. Empati

Iklan Landscape UM SURABAYA

Rasa payah, lapar, haus yang dirasakan selama puasa akan menghasilkan rasa empati. Ciri orang bertakwa itu sebagaimana firman Allah QS Ali Imron 135-136 adalah:

a.    Berinfak dalam keadaan lapang dan sempit

b.    Menjadi peramah bukan pemarah

c.    Memaafkan kesalahan orang lain

d.    Suka melakukan kebaikan

e.    Jika merasa berdosa segera memohon ampunan.

6.    Syukur. Syukur dibedakan menjadi 3 macam:

a.    Syukur billisan, senantiasa mengucapkan alhamdallah setiap kali mendapatkan kebaikan.

b.    Syukur bilqolbi, hatinya selalu dekat dengan Allah

c.    Syukur bil amal, perbuatannya menjadi semakin baik.

Demikianlah karakter yang terbentuk setelah sebulan menjalankan ibadah puasa. Jika hari ini keenam karakter tersebut sudah melekat pada diri kita masing-masing, itu tandanya puasa kita telah berhasil membentuk jiwa-jiwa yang bertaqwa. (*)

Penulis Sarwito Editor Amanat Solikah

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments