Suasana penuh semangat menyelimuti Bumi Perkemahan Desa Karangsemanding, Balongpanggang, Gresik, saat kegiatan Tadabur Alam (Lintas Medan) dalam rangkaian Kemah Syiar Pandu Hizbul Wathan 2025, Sabtu (04/10/2025).
Sebanyak 767 peserta dari berbagai tingkatan — mulai dari Tunas Athfal, Athfal, Pengenal hingga Penghela — antusias mengikuti kegiatan yang mengajak mereka langsung bersentuhan dengan alam.
Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama peserta dan wali murid, dipimpin oleh instruktur dari Vee 21 Studio. Gerakan penuh keceriaan itu menjadi pembuka hari yang sehat dan penuh energi sebelum para pandu memulai petualangan lintas medan.
Tadabur Alam
Setelah senam, peserta bersiap menuju pos-pos tantangan yang telah disiapkan panitia. Kegiatan dikemas menarik dengan berbagai bentuk permainan dan lomba sesuai tingkatan,
- Tunas Athfal: mengikuti lomba ketangkasan dan ibadah praktis.
- Athfal: menikmati fun games yang melatih keterampilan, ketangkasan, dan ibadah.
- Pengenal: menampilkan kreativitas melalui lomba drama dan upcycling.
- Penghela: menanam kreativitas dalam lomba mini pionering dan upcycling.
Selain itu, kelompok Athfal, Pengenal, dan menjalani lintas medan dengan rute yang menantang dan edukatif. Mereka menelusuri beberapa pos, di antaranya:
Pos 1: Menghafal dan memahami Janji serta Undang-Undang Hizbul Wathan.
Pos 2: Praktik shalat jenazah berjamaah lengkap dengan peraga jenazah.
Pos 3: Melatih ketelitian dan komunikasi melalui pengenalan Sandi kotak untuk athfal dan sandi rumput untuk penghela
Pos 4: Tanya jawab mengenai sejarah Hizbul Wathan.
Pos 5: Melewati halang rintang yang menantang kekuatan fisik dan kerja sama tim
Sementara kelompok Pengenal dan Penghela, tantangan dibuat lebih kompleks. Mereka menghadapi empat pos utama:
Pos 1: Menghafal Janji Hizbul Wathan.
Pos 2: Menjawab pertanyaan tentang sejarah Hizbul Wathan.
Pos 3: Simulasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P2HW).
Pos 4: Halang rintang dan susur sungai bergaya semi militer.
Hafif Bashary selaku ketua pelaksana kemah syiar pandu Hizbul Wathan 2025 mengungkapkan bahwa kegiatan tadabur alam ini tidak hanya menumbuhkan semangat petualangan, tetapi juga mempererat ukhuwah, melatih kepemimpinan, dan menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan sebagaimana tema besar kemah tahun ini: Cinta Lingkungan dan HW Mencintai Semua Makhluk.
“Semoga anak-anak dapat mengambil hikmah dan manfaat dari perkemahan hari ini,” tambahnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments