Yang ada hanya untung jika kita memilih untuk terus berbuat baik—asal dilakukan dengan niat yang tulus dan ikhlas.
Dalam hidup ini, mungkin kita tidak selalu melihat hasil dari setiap perbuatan baik yang kita lakukan. Namun satu hal yang pasti: kebaikan tidak pernah membawa kerugian bagi pelakunya.
Kebaikan adalah tabungan tak terlihat. Ia tidak tercatat dalam buku rekening, tidak tersimpan dalam brankas, dan tidak dipamerkan dalam laporan kekayaan.
Tetapi ia tersimpan rapi dalam catatan Allah, dan suatu saat akan kembali kepada kita dalam bentuk yang sering kali mengejutkan.
Ada orang yang membantu temannya dengan tenaga dan waktu, tanpa imbalan. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia berada dalam kesulitan, datang seseorang yang bahkan tidak ia kenal sebelumnya, menawarkan pertolongan tanpa diminta.
Seolah-olah hidup sedang mengembalikan sesuatu yang dulu pernah ia tanam. Itulah cara Allah bekerja—melalui jalan yang tak selalu kita pahami.
Kebaikan kita mungkin saja dilupakan orang. Bisa jadi tidak dihargai, bahkan disalahpahami. Ada kalanya kita membantu dengan sepenuh hati, tetapi balasannya adalah kekecewaan. Namun bukan berarti kebaikan itu sia-sia.
Sebab nilai kebaikan tidak bergantung pada respon manusia, melainkan pada niat dan keikhlasan di hadapan Allah.
Kehidupan ini bagaikan ladang luas. Setiap kebaikan adalah benih yang kita tanam. Kita mungkin menanamnya di satu sudut ladang, tetapi hasilnya tumbuh di sudut lain.
Kita membantu seseorang hari ini, tetapi pertolongan itu kembali dalam bentuk kesehatan yang terjaga, keluarga yang harmonis, atau keselamatan dari musibah yang tak pernah kita sadari telah dijauhkan dari kita.
Bayangkan seorang pedagang kecil yang selalu jujur dalam menakar dagangannya. Ia menolak mengurangi timbangan meski keuntungan menjadi lebih kecil.
Bertahun-tahun kemudian, pelanggan mempercayainya sepenuh hati. Rezekinya mungkin tidak meledak dalam semalam, tetapi ia stabil, penuh keberkahan, dan jauh dari konflik. Kejujurannya menjadi ladang kebaikan yang terus berbuah.
Atau seorang guru yang sabar membimbing muridnya yang sulit diatur. Mungkin hari ini sang murid belum berubah.
Tetapi bertahun-tahun kemudian, murid itu teringat nasihat gurunya dan menjadikannya pegangan hidup.
Doa sang guru menjadi cahaya dalam perjalanan murid tersebut. Kebaikan itu tidak hilang; ia hanya menunggu waktu untuk menampakkan hasilnya.
Kebaikan tidak pernah benar-benar hilang. Tidak ada kebaikan yang sia-sia. Allah, Pengatur kehidupan, telah menyimpan semuanya dalam catatan-Nya.
Kadang Ia membalasnya melalui tangan orang yang tidak kita kenal. Kadang melalui rezeki yang tak disangka-sangka. Kadang berupa diampuninya dosa-dosa kita. Bahkan bisa berwujud keselamatan di masa depan dari musibah yang seharusnya menimpa kita.
Karena itu, teruslah berbuat baik. Bukan karena kita ingin dibalas oleh orang yang sama. Bukan pula karena ingin dipuji atau dihargai.
Tetapi karena kita percaya bahwa dunia ini berjalan dengan hukum sebab akibat yang ditetapkan Allah. Dan hukum itu tidak pernah keliru.
Sekecil apa pun kebaikan, ia memiliki kekuatan untuk kembali kepada pelakunya—tepat pada saat ia membutuhkannya.
Sebagaimana pesan indah Luqman Al-Hakim kepada putranya: “Wahai Anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Teliti.” (QS. Luqman: 16)
Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada satu pun amal yang luput dari pengawasan Allah. Bahkan sebesar biji sawi pun akan diperhitungkan. Maka bagaimana mungkin kita ragu untuk terus menanam kebaikan?
Dalam kehidupan yang serba cepat ini, mungkin kita tergoda untuk memilih jalan pintas—jalan yang tampak menguntungkan secara instan.
Namun sesungguhnya keuntungan sejati adalah ketika hati tetap bersih, langkah tetap lurus, dan niat tetap terjaga.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta memberikan kemudahan dalam bekerja dan beribadah.
Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments