
PWMU.CO – Menjelang keberangkatan kegiatan Tadabbur Alam, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya menyampaikan empat pesan penting kepada para siswa kelas 6 pada Rabu (11/06/2025).
Tidak seperti biasanya, para siswa kelas 6 SD Musix mengenakan seragam olahraga dan menggendong tas sekolah di punggung mereka. Mereka tidak langsung masuk ke kelas, melainkan menuju masjid.
Pasalnya, mereka akan mengadakan kegiatan akhir tahun di objek wisata Sumber Maron, Malang.
“Ustadz, kita berkumpul di mana?,” tanya salah satu siswa, Aqilah Khanza Mahira.
“Silakan berkumpul di masjid dulu, ya!,” jawab Ketua panitia, Khusnul Khotimah.
“Kapan kita berangkat?,” tanyanya lagi.
Kemudian, Khusnul, panggilan akrab Khusnul Khotimah, menjelaskan bahwa keberangkatan akan dilakukan setelah pembiasaan sgalat Dhuha.
Satu demi satu, para peserta telah sampai. Setelah dipastikan lengkap, mereka diajak shalat Dhuha bersama-sama, setelah itu ada pembekalan dari Kepala SD Musix, Munahar SHI MPd.
“Anak-anak, ustadz titip empat pesan sebelum berangkat,” ujar Munahar.
Selanjutnya, ia menyampaikan beberapa pesan. Pertama, jaga lisan. Jangan sampai membicarakan hal-hal yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan.
“Ia juga menyampaikan Karena lisan yang tidak dijaga akan berpotensi buli selama teman,” ucapnya.
Yang kedua, ia berpesan menjaga kaki. Gunakan kaki untuk hal-hal yang baik. Jika tidak dijaga, kaki bisa membahayakan teman-teman. Kalau ada sampah, jangan ditendang-tendang, tetapi ambillah dan masukkan ke tempat sampah.
“Ketiga, jaga tangan. Kadang, tangan kita usil tidak bermaksud menyakiti orang lain, namun teman bisa marah karena merasa tersakiti,” imbuhnya.
Selanjutnya, Munahar menyanyikan lagu yang pernah dipopulerkan oleh almarhum Chrisye.
Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa
Tak ada suara, dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita, kemana saja dia melangkahnya
“Kapan mulut terkunci, tangan dan kaki berbicara?,” pancing Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Timur itu.
“Hari kiamat ustadz,” jawab para siswa.
Oleh karena itu, lanjut Munahar, jaga lisan, tangan, dan kaki agar selamat dunia akhirat.
“Keempat, budayakan antre. Jika selesai bermain air, untuk mandi dan berganti pakaian harus bersabar,” tegasnya.
Setelah mendapatkan bekal nasihat, para peserta pun berangkat menuju armada untuk melanjutkan perjalanan ke objek wisata. (*)
Penulis Basirun Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments