Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tadabbur Isra Mikraj, Masela Adakan Ngopi Bareng

Iklan Landscape Smamda
Tadabbur Isra Mikraj, Masela Adakan Ngopi Bareng
pwmu.co -
Ahmad Rusdi saat memberikan kajian dalam acara Ngopi Bareng Masela (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – MA Muhammadiyah 9 Al Mizan Lamongan (Masela) menggelar acara ngobrol perkara Iman (Ngopi) dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw.

Kegiatan yang berlangsung di masjid Al Ghoihab kampus 2 PA PP Al Mizan Muhammadiyah Lamongan itu bertujuan agar para siswa dan siswi dapat mengambil pelajaran dari peristiwa sejarah perjalanan hidup sang panutan.

Ngopi bareng yang diinisiasi oleh Bapak Ibu pimpinan Madrasah itu dilaksanakan pada kamis, (30/01/2025).

Ngobrol Perkara Iman (Ngopi) kali ini disampaikan Ustadz Ahmad Rusdi SPdI. Ia mengawali kajiannya dengan mengungkap fakta sejarah yang terjadi sebelum Nabi Muhammad Saw di Isra mikraj kan oleh Allah Swt.

Pak Rusdi, Sapaan akrabnya menuturkan, “Menurut catatan sejarah sebelum peristiwa Isra Mikraj, Rasulullah Saw dilanda kesedihan yang mendalam. Bahkan, pada waktu itu disebut dengan Amul Kzuni (Tahun duka cita) karena harus kehilangan orang-orang yang dicintainya, yakni wafatnya Abu Thalib dan Sayyidah Khadijah Ra.”

Pemateri yang gemar menulis itu melanjutkan kisah sang Rasul. “Pada saat Rasulullah Saw dirundung duka itulah, Allah Swt memperjalankan beliau dari masjid Haram menuju masjid Al Aqsha. Kemudian, dinaikan ke langit hingga Sidratul Muntaha (tempat tertinggi) untuk bertemu dengan Allah Swt,” ucapnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kesenangan apapun bentuknya, baik di dunia ataupun di akhirat, tidak dapat mengalahkan kesenangan saat bisa bertemu dengan Allah Swt. Oleh karena itu, bertemunya Rasulullah dengan Allah dalam peristiwa Mikraj dapat dimaknai bahwa Allah ingin mengobati kesedihan sang utusan,” tambahnya.

Kajian yang disampaikan secara santai itu ditutup oleh pemateri dengan mengulas peristiwa Isra Mikraj dalam perspektif ilmu tasawuf.

“Peristiwa Isra Mikraj yang menyejarah itu adalah puncak perjalanan spiritual seorang hamba, mencita-citakan bertemu dengan yang dirindukan adalah puncak kebahagiaan, di mana sang kekasih bertemu dengan yang dicintai,” tutupnya.

Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu