Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tak Biasa, SMP Muhammadiyah 16 Surabaya Gelar Empat Kegiatan Sekaligus

Iklan Landscape Smamda
Tak Biasa, SMP Muhammadiyah 16 Surabaya Gelar Empat Kegiatan Sekaligus
Kegiatan Hizbul Wathan SMP Muhammadiyah 16 Surabaya. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, SMP Muhammadiyah 16 Surabaya (Spemnas) melaksanakan empat kegiatan sekaligus dalam satu rangkaian agenda. Keempat kegiatan tersebut meliputi Kegiatan Tengah Semester (KTS), Outbond, Kemah, dan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS).

Empat kegiatan ini digelar secara bersamaan sebagai bentuk inovasi sekolah dengan mengedepankan semangat efisiensi, baik dari segi waktu, tenaga, maupun koordinasi sumber daya. Dengan konsep tersebut, seluruh guru dan karyawan dilibatkan secara maksimal sehingga mampu menumbuhkan sikap saling peduli, kerja sama, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan dilaksanakan di luar kota, tepatnya di Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX dengan pembagian agenda yang disesuaikan dengan jenjang masing-masing.

Untuk siswa kelas VII dan VIII, seluruh rangkaian kegiatan wajib diikuti, termasuk bermalam di lokasi guna melanjutkan agenda kemah dan LDKS. Sementara itu, siswa kelas IX mengikuti kegiatan KTS dan Outbond saja, kemudian kembali ke Surabaya.

Kepala SMP Muhammadiyah 16 Surabaya, Ali Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh kegiatan harus dilaksanakan dengan semangat tinggi dan penuh kekompakan.

“Semua kegiatan yang kita laksanakan hari ini dan besok harus dilandasi semangat, kekompakan, dan kesungguhan. Tidak boleh ada yang setengah-setengah, karena kegiatan kali ini sangat luar biasa. Kita melaksanakan KTS, Outbond, Kemah, dan LDKS secara bersamaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ali Fauzi menjelaskan bahwa Kegiatan Tengah Semester (KTS) memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Menurutnya, KTS dan penilaian di sekolah ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, namun memiliki bentuk pelaksanaan yang berbeda.

“KTS bukan ulangan tengah semester. Meskipun ada kesamaan, keduanya berbeda dalam pelaksanaan. KTS lebih menekankan pada pengalaman belajar langsung yang melibatkan siswa secara aktif,” jelasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dalam pelaksanaan KTS, siswa diajak mengunjungi pabrik pengolahan keripik UD ASA yang berlokasi di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kewirausahaan dan pengalaman belajar kontekstual.

Salah satu pegawai UD ASA, Purwanto, menjelaskan bahwa usaha tersebut telah berjalan sejak tahun 2016. Ia mengisahkan perjalanan usaha yang penuh dinamika, terutama saat masa pandemi Covid-19.

“Kami pernah merasakan jatuh bangun, terutama saat pandemi. Namun dengan tekad dan kerja keras seluruh pegawai, usaha ini bisa bangkit kembali. Saat ini produk kami sudah dipasarkan hingga luar pulau bahkan ke luar negeri, seperti Kalimantan dan Dubai,” tuturnya.

Ketua Panitia kegiatan, Dinda Oktiana Sari, S.Psi., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak didapatkan siswa di dalam kelas.

“Kegiatan ini menjadi upaya sekolah untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa, menggali informasi secara langsung, serta meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Belajar di luar kelas dikemas melalui wisata edukatif dan rekreasi agar siswa mampu berinteraksi dengan dunia luar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan empat kegiatan secara bersamaan merupakan hal yang tidak biasa, namun diharapkan mampu memberikan kesan mendalam serta pembelajaran bermakna bagi seluruh siswa. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu