Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tak Mau Lewatkan Momen, Wali Murid SD Musix Antusias Abadikan Buah Hatinya di Panggung Gen Q Award

Iklan Landscape Smamda
Tak Mau Lewatkan Momen, Wali Murid SD Musix Antusias Abadikan Buah Hatinya di Panggung Gen Q Award
pwmu.co -
Salah satu wali murid sedang asyik mendokumentasikan anaknya di panggung Gen Q Award SD Musix (Basirun/PWMU.CO)

PWMU.CO – Gen Q Award SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) menjadi momen penting bagi para orang tua atau wali murid. Kesempatan ini pun dimanfaatkan untuk mendokumentasikan momen kebanggaan saat buah hati mereka tampil di atas panggung, Kamis (26/6/2025).

Momen tahunan SD Musix ini memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif beribadah, konsisten melakukan pembaruan di aplikasi Gen Q Smart, serta berpartisipasi dalam pentas seni. Acara ini digelar setelah para siswa menyelesaikan Sumatif Akhir Tahun (SAT).

Momen ini menjadi kesibukan tersendiri bagi para guru kelas, terutama di jenjang kelas rendah. Kegiatan ini juga menggugah antusiasme para orang tua, khususnya emak-emak, untuk turut serta dalam mempersiapkan pentas seni anak-anak mereka.

“Jujur saja, kalau tidak dibantu oleh emak-emak, kelas kami tidak bisa tampil sebaik ini,” ujar salah satu guru kelas, Yeni Henita SPd.

Ia menambahkan bahwa partisipasi wali murid sangat membantu meringankan tugasnya, terutama karena ia juga harus mengolah nilai dan menyelesaikan penyusunan rapor kenaikan kelas.

“Mulai dari melatih hingga menyiapkan kostum, semua ditangani oleh para emak-emak yang baik hati,” tandasnya sambil tersenyum.

Selama dua pekan, siswa-siswi kelas 1 hingga 5 mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Mereka berusaha tampil sebaik mungkin dan berlomba-lomba menarik perhatian juri demi meraih predikat terbaik.

Hari yang dinanti-nantikan pun akhirnya tiba. Panitia menyiapkan panggung yang spektakuler, lengkap dengan videotron berukuran super lebar yang menambah kemegahan acara.

“Waw….Panggung kita keren banget!,” seru anak-anak seolah tidak sabar ingin segera tampil.

Sementara itu, Master of Ceremony (MC), Eka Wahyuni yang akrab disapa Canda dan Dian Novitasari, bertanya, “Anak-anak sudah siap tampil!.”

Para siswa pun menjawab dengan kompak, “Siap, Ustadzah!.”

Setelah memandu opening ceremonial, kedua MC yang sehari-harinya mengajar al-Quran dengan metode Ummi ini mulai memandu acara Panggung Gembira. Mereka sangat piawai menghidupkan suasana.

Tampilan pembuka tersebut diisi oleh kelas 1-A. Mereka tidak sekadar menari, tetapi juga berkampanye dengan membawa pesan moral kepada seluruh pengunjung.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dalam tampilan tersebut, mereka menampilkan Tari Go Green. Anak-anak membawakan tarian ini dengan gerakan yang sangat lucu. Mereka mengenakan kostum serba hijau, beberapa di antaranya bahkan memakai kostum replika tempat sampah.

“Buanglah sampah pada tempatnya, namun kenyataannya sampah masih saja berserakan di mana-mana, hingga banyak yang tersangkut di sungai,” ujar salah satu siswa, Anindya Putri Priyanto.

Sementara itu, siswa lainnya, Muhammad Iqbal Alviansyah, menambahkan bahwa gerakan Go Green mencakup beberapa hal di antaranya, mengurangi penggunaan plastik, menghemat energi, menghemat air, mendaur ulang sampah, serta melakukan reboisasi.

Saat anak-anak menampilkan tarian, para wali murid antusias mengabadikan momen berharga tersebut. Dengan gawai di tangan, mereka merekam dan memotret aksi lucu dan menggemaskan para penampil cilik.

Tidak sedikit dari mereka yang ikut menganggukkan kepala mengikuti irama lagu latar sambil memegang gawai. Bahkan, Mia, panggilan akrab Melaty Kusuma, wali murid dari Rayhan Imam Fahreza, rela beberapa kali berpindah tempat demi mendapatkan sudut terbaik saat mengarahkan lensa kameranya ke arah sang anak.

“Pentas seni tahun ini terasa sangat menarik,” kesan Mia.

Ia menambahkan bahwa penampilan anak-anak tampak energik dan kreatif. Semua terlihat senang bisa menampilkan karya terbaiknya.

“Terima kasih kepada semua pihak, khususnya SD Musix, yang telah menyajikan pagelaran seni yang sangat bermakna bagi anak-anak,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu wali murid kelas 5-ICP yang juga pengasuh Mozaik Radio Muslim Surabaya, Laila Nurul Rahmawati, mengaku terkesan menyaksikan penampilan para siswa. Ia juga kagum dengan panggung yang dilengkapi videotron.

“Penampilannya keren dan kreatif, terutama saat penampilan drama kolosal Anoman Obong tampil. Gerakan tokoh Rahwana terlihat patah-patah, sesuai karakter. Hebat wali kelasnya,” ungkapnya. (*)

Penulis Basirun Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu