Search
Menu
Mode Gelap

Tak Sekadar Dakwah, Alumni Pondok Shabran UMS Buktikan Eksistensi di Berbagai Sektor Strategis

Tak Sekadar Dakwah, Alumni Pondok Shabran UMS Buktikan Eksistensi di Berbagai Sektor Strategis
Tak Sekadar Dakwah, Alumni Pondok Shabran UMS Buktikan Eksistensi di Berbagai Sektor Strategis. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Gemericik hujan mengiringi pelaksanaan Talkshow dan Ramah Tamah Alumni Mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Semarak Milad ke-43 Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS yang digelar Sabtu (10/11/2026).

Talkshow dipandu oleh Dr. Farkhani, S.H., S.HI., M.H., dan menghadirkan tiga narasumber, yakni Fajar Riza Ul Haq, S.HI., M.A., Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah; Prof. Dr. Drs. H. Waharjani, M.Ag., Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan; serta Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag., Guru Besar Universitas Islam Negeri Lampung. Ketiganya merupakan alumni Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS.

Narasumber pertama, Fajar Riza Ul Haq, mengungkapkan rasa syukur dapat kembali hadir di Pondok Shabran. Ia menyebut momen tersebut sebagai kesempatan bernostalgia atas perjalanan intelektual dan perjuangannya selama menjadi mahasantri.

“Alhamdulillah bisa kembali ke tempat awal saya meniti perjuangan. Ini momen yang sangat spesial,” ujarnya.

Fajar dikenal sebagai aktivis kampus selama menempuh pendidikan di UMS. Ia aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Pondok Shabran, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam, Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS, hingga Maarif Institute.

Menurutnya, terdapat dua kunci utama dalam meraih kesuksesan, yaitu kemampuan beradaptasi dengan cepat dan kemauan untuk terus belajar.

Sejak menjabat sebagai wakil menteri, Fajar mengaku sering mengunjungi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menariknya, di berbagai daerah tersebut ia kerap bertemu alumni Pondok Shabran. Hal ini, menurutnya, menunjukkan kuatnya diaspora kader Shabran di seluruh Nusantara.

“Jaringan alumni ini merupakan modal sosial yang besar. Sayang jika tidak dimobilisasi dengan baik,” tegasnya.

Pemaparan berikutnya disampaikan Prof. Waharjani yang mengulas sejarah perkembangan Pondok Shabran. Ia menuturkan bahwa peningkatan jumlah mahasantri dengan latar belakang beragam sempat menimbulkan tantangan dalam menjaga kualitas kaderisasi.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia mengenang pesan Prof. Djazman Al-Kindi, Rektor pertama UMS, yang menyatakan bahwa pendidikan kader tidak boleh berhenti. Pesan tersebut menjadi inspirasi baginya untuk terus berkiprah di Muhammadiyah.

Tak Sekadar Dakwah, Alumni Pondok Shabran UMS Buktikan Eksistensi di Berbagai Sektor Strategis. Foto: Istimewa/PWMU.CO

Waharjani menyebut keberhasilan kader Shabran ditopang oleh dua hal, yakni dakwah keilmuan dan konsistensi bermuhammadiyah. Menurutnya, alumni Shabran memiliki keunggulan karena mampu berdiaspora di berbagai sektor, seperti pendidikan, dakwah, pemerintahan, dan Persyarikatan.

“Keistimewaan kader Shabran adalah kemampuannya berkiprah di berbagai lini,” ujarnya.

Narasumber ketiga, Prof. Sudarman, menegaskan pentingnya memenuhi panggilan almamater. Dengan gaya penyampaian yang ringan dan penuh humor, ia menyampaikan bahwa kecintaan terhadap Pondok Shabran menjadi alasan utama kehadirannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam berjuang di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, serta tidak menyembunyikan identitas Persyarikatan demi kenyamanan pribadi.

“Menampakkan identitas Muhammadiyah tidak akan menghalangi rezeki yang Allah berikan,” tegasnya.

Mengakhiri pemaparan, Sudarman mengajak seluruh keluarga besar Pondok Shabran untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi. Menurutnya, kerja bersama antarkader mampu melahirkan kontribusi besar bagi umat dan bangsa.

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments