Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tak Terlihat di Panggung, Namun Menentukan: Peran Krusial Pendamping di Olympicad VIII

Iklan Landscape Smamda
Tak Terlihat di Panggung, Namun Menentukan: Peran Krusial Pendamping di Olympicad VIII
Kemeriahan perhelatan Olympicad VIII di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Perhelatan Olympicad VIII yang digelar di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar menjadi ajang pembuktian kemampuan siswa Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

Ribuan peserta dari berbagai daerah hadir untuk berkompetisi sekaligus mengasah kemampuan akademik, mental, dan karakter di tingkat nasional.

Salah satu peserta berasal dari SMA MBS Sleman, Yogyakarta, yang didampingi oleh Isti’anah pada beberapa cabang lomba.

Dia menjelaskan bahwa proses pendampingan dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, dimulai dari tahap seleksi siswa terbaik di sekolah hingga pembinaan intensif sebelum keberangkatan ke Makassar.

“Setiap malam kami rutin mendampingi anak-anak untuk mereview materi. Kami juga melakukan tes dan latihan soal agar mereka lebih siap menghadapi kompetisi,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Menurut Isti’anah, pendampingan bukan hanya soal penguatan materi, tetapi juga pembinaan mental.

Menghadapi peserta dari seluruh Indonesia tentu menjadi tantangan tersendiri. Rasa gugup dan kurang percaya diri sempat muncul, namun melalui motivasi yang terus diberikan, siswa mampu melewati fase tersebut.

“Awalnya mereka merasa gugup, tetapi dengan semangat yang terus kami tanamkan, Alhamdulillah setelah selesai mereka merasa lega dan kini tinggal menunggu hasil,” tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Hasir, pendamping dari SMK Ponpes Muhammadiyah Buakkang Gowa, turut menjelaskan proses pendampingan yang ia lakukan.

Dia memperkenalkan diri sebagai guru yang mendampingi siswa sejak proses seleksi di sekolah hingga pelaksanaan lomba di Makassar.

Menurutnya, persiapan dimulai dari pemilihan siswa terbaik, latihan intensif, hingga pembinaan mental secara konsisten. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, bahkan sejak keberangkatan dari daerah asal sampai tiba di lokasi lomba.

“Kami memberikan support penuh kepada siswa agar tetap semangat melaksanakan lomba ini. Apalagi ini ajang se-Indonesia, bukan hanya tingkat daerah,” ungkap Hasir.

Dia menilai perubahan paling terlihat pada siswa setelah mengikuti perlombaan. Sebelum tampil, sebagian siswa merasa kurang percaya diri dan masih memikirkan kemungkinan kesalahan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Bahkan setelah lomba, ada yang masih teringat pada gerakan atau jawaban yang dirasa kurang maksimal.

Namun dari pengalaman tersebut, mereka justru tumbuh menjadi lebih siap dan lebih menikmati suasana kompetisi.

“Kompetensi yang paling berkembang adalah keberanian. Awalnya mereka tidak berani tampil, tetapi melalui ajang ini kami tekankan bahwa lomba bukan sekadar mencari juara, melainkan mengasah mental untuk siap di kesempatan berikutnya,” jelas Hasir.

Dari segi karakter, nilai yang paling kuat terbentuk adalah kesiapan menghadapi tantangan dan kemampuan menerima evaluasi. Siswa menjadi lebih tangguh, lebih percaya diri, serta memahami bahwa setiap pengalaman adalah proses pembelajaran.

Mereka bahkan mengakui bahwa mengikuti lomba seperti ini ternyata menyenangkan dan membuka wawasan baru.

Baik Isti’anah maupun Muhammad Hasir sepakat bahwa keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum menjadi fondasi utama pendidikan di sekolah Muhammadiyah. Penanaman akhlak mulia tetap menjadi prioritas sebelum pencapaian prestasi akademik.

“Yang paling utama kami tanamkan adalah akhlak mulia. Setelah itu baru ilmu dan praktiknya,” tutur Isti’anah.

Terkait pelaksanaan kegiatan, Hasir menilai Olympicad yang juga dikenal sebagai Olimpiade Ahmad Dahlan sudah berjalan sangat baik dan memberikan dampak edukatif yang luas bagi siswa Muhammadiyah.

Harapannya, kegiatan ini terus berkembang dan semakin memberi ruang bagi siswa untuk menunjukkan potensi terbaiknya.

Sebagai pesan reflektif, para pendamping menegaskan agar siswa tetap semangat meskipun belum meraih juara.

“Jadikan ini sebagai pengalaman dan batu loncatan untuk melangkah lebih jauh. Ajang ini adalah ruang untuk membuktikan diri dan mempersiapkan diri menjadi lebih baik di masa mendatang,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu