Sabtu pagi yang cerah menjadi penutup yang penuh makna dalam rangkaian kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqom (PKDA) di SD Muhammadiyah Melirang. Sejak pagi hari, murid-murid tampak berduyun-duyun menuju lapangan Sekolah Ceria dengan wajah penuh semangat. Hari ketiga PKDA ini menjadi momen istimewa karena seluruh murid akan mengikuti simulasi salat Idulfitri, sebuah kegiatan yang telah mereka persiapkan sejak hari sebelumnya.
Sebelum pelaksanaan salat dimulai, suasana lapangan berubah menjadi khidmat ketika seluruh murid bersama-sama mengumandangkan takbir. Kalimat Allahu Akbar, Allahu Akbar, menggema di seluruh area sekolah, menciptakan suasana yang mengharukan sekaligus membangkitkan semangat kebersamaan.
Dalam kegiatan simulasi ini, murid-murid juga diberi kesempatan untuk belajar langsung mempraktikkan peran dalam salat Idulfitri. Bertindak sebagai imam adalah Muhammad Tristan Al Jaras (murid kelas VI), yang dengan percaya diri memimpin jalannya salat. Sementara itu, Fawwas Nail Khoironi (murid kelas IV), dipercaya sebagai khatib yang menyampaikan khutbah Idulfitri dengan penuh keberanian di hadapan teman-temannya.
Meski masih dalam bentuk simulasi, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi seluruh murid. Mereka tidak hanya memahami teori tentang salat Idulfitri, tetapi juga merasakan langsung bagaimana pelaksanaannya dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Bakti Sosial
Setelah kegiatan simulasi selesai, murid-murid kembali berkumpul untuk mengikuti agenda berikutnya yang tak kalah bermakna, yaitu penyaluran bakti sosial (BAKSOS) kepada masyarakat sekitar. Dalam kegiatan ini, sebanyak 70 paket bantuan disalurkan kepada warga yang berhak menerima. Dengan penuh antusias, para murid ikut menyaksikan dan belajar tentang pentingnya berbagi kepada sesama.
Kegiatan Salah satu peserta PKDA, Najma Orlin, murid kelas IV, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
“Saya sangat senang mengikuti kegiatan PKDA. Saya bisa belajar tentang salat Idulfitri, mendengar khutbah teman, dan juga belajar berbagi dengan orang lain. Semoga kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi,” tuturnya dengan penuh semangat.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Melirang, Fichrul Efendi, S.Pd., M.Pd, menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini.
“Melalui kegiatan PKDA ini, kami berharap anak-anak tidak hanya memahami ilmu agama secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, seperti ibadah, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya kegiatan PKDA hari ketiga, seluruh rangkaian Pesantren Kilat Darus Arqom di Sekolah Ceria pun ditutup dengan penuh kebahagiaan dan makna. Takbir yang menggema, pengalaman belajar yang berharga, serta semangat berbagi kepada sesama menjadi kenangan indah yang akan selalu diingat oleh para murid SD Muhammadiyah Melirang. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments