Masa depan bisnis muslimah kini semakin terbuka lebar. Dalam talkshow bertajuk “From Passion to Profit” yang digelar pada Ahad (10/8/2025), Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Buduran berkolaborasi dengan Departemen Muslimah Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran menghadirkan forum inspiratif yang mengajak muslimah melangkah berani, mengubah minat menjadi sumber penghasilan berkelanjutan melalui kekuatan literasi digital dan strategi bisnis modern.
Acara yang berlangsung di Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran ini dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, dihadiri sekitar 50 peserta dari beragam latar belakang. Mereka terdiri dari perwakilan PCNA se-Sidoarjo, perwakilan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kecamatan Buduran, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Smamda, serta jamaah Masjid Ar-Royyan.
Kolaborasi Cepat, Hasil Maksimal
Rifatul Hidayah, selaku Ketua PCNA Buduran sekaligus Kepala Departemen Muslimah Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama panitia dan semangat peserta.
“Terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat, tak lupa juga kepada pemateri dan peserta yang hari ini dapat hadir dalam talkshow ini,” ujarnya di awal sambutan.
Rifa, sapaan akrabnya, mengungkapkan alasan pemilihan tema ini. “Kami ingin muslimah semakin melek teknologi, serta dapat memanfaatkan peluang yang ada dengan kemajuan dan perkembangan zaman,” tegasnya.
Ia menambahkan pesan visioner, “Kita jangan mau tertinggal. Kalau kita diam, maka kita akan ditertawakan oleh kemajuan. Menjadi muslimah yang berkemajuan berarti memiliki pandangan luas ke depan, memanfaatkan dan menciptakan peluang. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, kita bisa melakukannya,” lanjutnya.
Menariknya, kegiatan ini dirumuskan dalam waktu kurang dari sepekan, namun mampu menghadirkan suasana belajar yang interaktif dan penuh energi positif.
Meretas Peluang di Dunia Digital
Narasumber utama, Dr Hadiah Fitriyah SE MSi Ak CIBA CPS — seorang dosen, praktisi bisnis, dan pemilik berbagai usaha — membagikan peta jalan menuju kesuksesan digitalpreneur.
Ia menekankan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi keterampilan strategis untuk mengakses informasi global, menjaga keamanan data, berpikir kritis, dan mempercepat pekerjaan.
Langkah Strategis Memulai Bisnis Digital
Dr. Hadiah membimbing peserta untuk:
1. Menentukan ide bisnis sesuai minat dan keahlian.
2. Melakukan riset pasar yang tajam.
3. Menyusun rencana bisnis dengan target jelas.
4. Memilih platform yang tepat sesuai karakter bisnis.
5. Membangun reputasi dan hubungan pelanggan.
6. Terus belajar dan beradaptasi dengan tren digital.
Digital Marketing: Mesin Penggerak Bisnis Masa Depan
Digital marketing menjadi senjata utama menjangkau pasar luas dengan biaya efisien. Teknik seperti SEO, social media marketing, email marketing, dan content marketing menjadi pilar promosi efektif.
Dr Hadiah juga membagikan insider tips menembus FYP TikTok, mulai dari pemilihan jam unggah hingga penciptaan konten berkualitas tinggi.
Personal Branding dan Etika Digital
Personal branding yang kuat akan membuka peluang baru, sementara etika bermedia sosial menjaga reputasi dan hubungan baik. Pesan utama: kenali diri, unggah konten bernilai, konsisten, dan selalu menjaga sopan santun di ruang digital.
Nilai-Nilai Islam sebagai Kompas Digital
Talkshow ini menegaskan bahwa nilai-nilai Islam adalah panduan utama di tengah arus digitalisasi. Teknologi dapat menjadi sarana dakwah, berbagi pengetahuan, dan membangun interaksi positif, asalkan digunakan dengan adab dan pengendalian diri.
Masa Depan di Genggaman
Dengan kolaborasi yang solid, materi yang relevan, dan semangat berkemajuan, acara ini menjadi momentum penting bagi muslimah untuk bertransformasi dari sekadar pengguna media sosial menjadi penggerak ekonomi digital.
Kombinasi literasi digital, strategi bisnis, dan nilai-nilai Islami kini bukan sekadar wacana, melainkan visi yang siap diwujudkan.
Lebih dari Sekadar Rumah Ibadah
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa masjid dapat berperan aktif dalam gerakan dakwah ekonomi. Peran masjid yang adaptif terhadap perkembangan zaman sangat dinantikan banyak pihak, salah satunya melalui pelatihan seperti ini.
Sebab, sejatinya fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan, edukasi, dan penggerak kemajuan umat.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments