Sebagai upaya menanamkan akidah dan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini, TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) VII Jalen, Genteng, Banyuwangi, mengajak siswa mengikuti kegiatan ibadah Salat Jumat (5/12/2025) di Masjid Al-Falah Jalen yang berada di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jalen.
TK ABA VII merupakan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah naungan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Jalen. Sekolah ini memiliki jumlah murid yang cenderung stabil setiap tahun. Selain gedungnya yang bagus, bersih, dan luas, fasilitas pembelajaran bagi anak-anak, terutama Alat Permainan Edukasi (APE), juga tergolong lengkap.
Lokasinya yang tidak berada langsung di tepi jalan raya, melainkan sekitar 15 meter dari jalan utama, membuat para orang tua merasa lebih tenang menyekolahkan putra-putrinya di TK ABA VII. Bahkan, untuk siswa kelas A, dalam waktu kurang dari dua bulan para orang tua biasanya sudah tidak perlu lagi menunggu anak mereka di sekolah karena sepenuhnya telah percaya kepada para guru.
Salah satu orang tua siswa kelas B, Ayu, mengungkapkan bahwa seluruh anaknya bersekolah di TK ABA VII.
“Saya memiliki tiga anak dan semuanya kami sekolahkan di sini. Ini adalah anak saya yang ketiga,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai alasannya, Ayu menjelaskan bahwa dirinya merasa tenang menyekolahkan anak-anaknya di TK ABA VII karena lingkungan sekolah yang nyaman dan tidak bising, serta lokasinya yang jauh dari jalan utama.
“Tidak sampai satu bulan saya menunggui anak-anak saat awal masuk sekolah,” pungkasnya.
Letak TK ABA VII Jalen yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Al-Falah menjadi keuntungan tersendiri untuk mengenalkan anak-anak kepada masjid sekaligus mengajarkan dasar-dasar ibadah, terutama tata cara berwudu dan gerakan salat. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala TK ABA VII Jalen, Siti Malika, S.Pd.
Malika menjelaskan bahwa pihaknya memiliki program berkala untuk mengajak para siswa mengikuti ibadah salat Jumat.
“Program ini tidak dilakukan setiap hari, bisa satu atau dua bulan sekali. Kami tidak berani terlalu sering karena pengkondisian anak-anak cukup menantang dan dikhawatirkan dapat mengganggu jamaah lain,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menanamkan akidah sejak dini.
“Mungkin ada orang tua yang tidak sempat mengajak putra-putrinya ke masjid. Maka dari itu, kami berharap kelak ketika dewasa, anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mencintai masjid,” terangnya.
Setiap kali para siswa TK ABA VII akan mengikuti salat Jumat, Malika selalu berkoordinasi terlebih dahulu dengan takmir Masjid Al-Falah untuk menyiapkan pengkondisian tempat. Karena tidak ada guru laki-laki yang mendampingi, pada pelaksanaan salat Jumat kali ini, para murid TK ABA VII ditempatkan di lantai atas bersama sebagian ibu-ibu yang juga mengikuti salat Jumat di Masjid Al-Falah Jalen. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments