Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini, SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage Gelar Explore Day

Iklan Landscape Smamda
Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini, SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage Gelar Explore Day
Para siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Sidoarjo saat mengikuti kegiatan Explore Day di Kebun Bibit Wonorejo (Renny Lutfia Sari/PWMU.CO)
pwmu.co -

SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Sidoarjo terus berkomitmen menanamkan nilai cinta lingkungan sejak dini kepada para siswanya. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Explore Day yang diikuti oleh siswa kelas 4 di Kebun Bibit Wonorejo, Surabaya, pada Kamis (7/8/2025) pukul 09.00-14.00 WIB.

Kegiatan Explore Day kali ini mengusung tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”. Tema ini dipilih dengan tujuan untuk mengajarkan kepada siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan sumber daya alam, agar tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.

Sebagai bagian dari persiapan, sebelum pelaksanaan kegiatan, para siswa telah mendapatkan pengenalan materi mengenai jenis-jenis tumbuhan. Materi tersebut diberikan dalam tiga kali pertemuan pada sesi pembelajaran proyek yang dilaksanakan setiap hari Jumat, dipandu langsung oleh wali kelas masing-masing.

Pada pagi hari sebelum keberangkatan ke lokasi, Kepala SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Nur Suciati MPd secara resmi membuka kegiatan Explore Day. Dalam sambutannya, ia berpesan agar para siswa dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari alam.

“Anak-anak, belajarlah dengan baik selama kegiatan. Jaga ketertiban, dan yang paling penting, jangan membuang sampah sembarangan. Jika tidak menemukan tempat sampah, simpan terlebih dahulu sampai menemukan tempat yang tepat,” pesannya.

Setelah sesi ice breaking, para siswa dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari sekitar 30 hingga 31 siswa. Setiap kelompok mengikuti kegiatan yang berbeda-beda sesuai dengan pembagian tugas, kelompok pertama melakukan observasi tumbuhan, kelompok kedua mengikuti kegiatan menanam, serta kelompok ketiga melakukan eksplorasi hewan dan permainan edukatif yang tersedia di lokasi.

Dalam kegiatan observasi tumbuhan, para siswa didampingi oleh dua narasumber, yaitu Pak Syaiful dari Kebun Bibit Wonorejo Surabaya, dan Pak Jaga dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya. Keduanya memberikan banyak informasi menarik dan edukatif mengenai berbagai jenis tumbuhan yang ada di Kebun Bibit Wonorejo.

“Anak-anak, tanaman yang ditanam di taman-taman kota Surabaya itu berasal dari Kebun Bibit ini. Jenis-jenis tanaman yang ada di sini antara lain tanaman peneduh, tanaman hias, dan tanaman pagar. Ciri khas tanaman peneduh adalah batangnya berkayu, besar, dan mampu memberikan perlindungan atau keteduhan bagi lingkungan sekitarnya,” jelas Pak Syaiful.

Sementara itu, Pak Jaga menambahkan penjelasan mengenai berbagai jenis tumbuhan yang ada di Kebun Bibit Wonorejo. Sambil mengajak siswa berkeliling area, ia menunjukkan langsung contoh-contoh tumbuhan tersebut.

“Di sini tumbuh berbagai jenis tanaman pelindung, seperti pohon trembesi, asam, sono, mahoni, jati, dan tabebuya. Selain itu, juga terdapat beragam tanaman hias, antara lain bunga sepatu, pucuk merah, monstera, roweria, melati jepang, pohon jasmine, hingga palem waregu,” tuturnya.

Setelah rombongan sampai di area danau yang terletak di salah satu sudut kebun, Pak Syaiful kembali memberikan penjelasan. Ia menyampaikan bahwa danau tersebut memiliki fungsi penting dalam ekosistem Kebun Bibit.

“Danau ini berfungsi sebagai penampung air hujan, yang nantinya dimanfaatkan untuk pengairan seluruh tanaman di kebun ini, terutama saat musim kemarau,” terangnya.

Sementara itu, di lokasi penanaman, para siswa mendapatkan pengarahan langsung dari Pak Bibit. Dalam penjelasannya, Pak Bibit memperkenalkan tanaman yang akan ditanam oleh siswa, yaitu Melati Jepang, yang termasuk dalam jenis tanaman semak.

“Tanah yang digunakan untuk menanam ini kami buat sendiri. Komposisinya berasal dari campuran tanah, kompos dari ranting pepohonan, dan sekam padi,” ucapnya.

Setelah diberikan penjelasan mengenai komposisi media tanam serta teknik menanam yang benar, para siswa pun melanjutkan dengan praktik menanam secara langsung.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama per kelas. Tepat pukul 13.40 WIB, rombongan meninggalkan lokasi dan kembali ke sekolah dengan selamat pada pukul 14.40 WIB. Setibanya di sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan salat Asar berjamaah di Masjid Al-Ikrom Diponegoro, kemudian diakhiri dengan sesi refleksi yang dipandu oleh wali kelas masing-masing di ruang kelas. (*)

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu