Sebagai upaya menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini, KB-TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 Candi, Sidoarjo melaksanakan kunjungan edukatif ke Taman Edukasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur pada Kamis (15/1/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid dan guru dengan penuh antusias sebagai bagian dari implementasi kurikulum siaga bencana yang terintegrasi dalam pembelajaran.
Setibanya di lokasi, para siswa disambut hangat oleh petugas BPBD. Kegiatan diawali dengan pengenalan Mobil Edukasi Bencana (MOSIPENA).
Melalui media tersebut, anak-anak diperkenalkan berbagai jenis bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan tanah longsor, serta cara sederhana dan aman dalam menghadapi bencana sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka. Materi disampaikan secara komunikatif dan menyenangkan sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.
Selanjutnya, peserta dibagi menjadi tiga kelompok, yakni Kelompok KB, TK A, dan TK B, guna menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan kondusif.
Masing-masing kelompok diajak berkeliling menuju Tenda Pendidikan Bencana (TENPINA), ruang edukasi khusus yang dirancang untuk memberikan pemahaman kebencanaan melalui berbagai media peraga.
Di dalam TENPINA, anak-anak berinteraksi dengan layar interaktif, diorama bencana, simulator Early Warning System (EWS), serta poster-poster informasi kebencanaan.
Melalui kegiatan ini, siswa dikenalkan pentingnya mengenali tanda-tanda bencana serta upaya penanggulangannya secara sederhana.
Sebagai puncak kegiatan, anak-anak diajak memasuki Gedung Simulator Gempa. Di tempat ini, mereka merasakan simulasi guncangan gempa bumi yang dirancang aman dan ramah anak.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata tentang gempa sekaligus menanamkan sikap siaga, tenang, dan tidak panik saat menghadapi bencana.
Usai mengikuti rangkaian edukasi kebencanaan, para siswa diajak mengunjungi Mini Zoo dan Pojok Baca Tangguh. Kegiatan ini menjadi sarana rekreasi edukatif yang menyenangkan, sekaligus menumbuhkan minat literasi dan memperkuat pesan pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak dini.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Subroto menegaskan bahwa salah satu fokus utama BPBD Jatim adalah mensosialisasikan potensi ancaman bencana di wilayah Jawa Timur sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam melakukan penanganan awal secara mandiri sebelum bantuan datang.
Menurutnya, keterlibatan anak-anak dan sekolah dalam program edukasi kebencanaan menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan semakin tumbuh dan menguat.
“Salah satu upaya kami adalah memberikan penguatan kapasitas agar masyarakat bisa menangani sendiri sebelum tim penolong datang. Dengan adanya sekolah dan adik-adik yang datang ke BPBD, ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah sadar pentingnya meningkatkan kapasitas diri dalam menghadapi bencana,” ujar Gatot.
Ia menambahkan, apabila kesadaran dan kesiapsiagaan ini berkembang merata di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari warga umum, perguruan tinggi, sekolah hingga taman kanak-kanak, maka beban penanganan pemerintah ketika bencana terjadi akan jauh lebih ringan. Hal ini dikarenakan masyarakat telah memahami langkah-langkah yang harus dilakukan dan mampu menjalankan mitigasi di wilayah masing-masing.
“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua organisasi saja, tetapi merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gatot Subroto menjelaskan bahwa BPBD Provinsi Jawa Timur memiliki berbagai program mitigasi yang juga mendukung edukasi kebencanaan bagi anak usia dini. Program tersebut dirancang agar kesiapsiagaan tertanam sejak dini dan mampu menciptakan generasi yang tanggap bencana, peduli lingkungan, dan siap menghadapi situasi darurat.
Melalui kunjungan ini, anak-anak juga diajak untuk mensyukuri nikmat Allah SWT atas alam ciptaan-Nya dengan menumbuhkan sikap peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Kepedulian lingkungan tersebut ditanamkan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga keseimbangan alam dan meminimalkan risiko bencana.
Kegiatan kunjungan ke Taman Edukasi Bencana ini diharapkan menjadi pengalaman belajar yang bermakna, kontekstual, dan menyenangkan, sekaligus memperkuat pelaksanaan kurikulum siaga bencana di KB-TK ABA 1 Candi dalam membentuk generasi yang sadar, peduli, dan tangguh menghadapi bencana. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments