Sekolah Ceria SD Muhammadiyah Melirang mengikuti kegiatan Kemahiran Hizbul Wathan (HW) yang diselenggarakan oleh Kwarda HW Gresik pada 15–17 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh para murid, meskipun sejak awal pelaksanaan cuaca kurang bersahabat.
Hujan yang turun hampir sepanjang kegiatan tidak menyurutkan semangat, kekompakan, dan kebersamaan qobilah SD Muhammadiyah Melirang dalam mengikuti seluruh rangkaian lomba.
Kepala SD Muhammadiyah Melirang, Ustadz Fichrul Efendi, menyampaikan bahwa kegiatan kemahiran merupakan sarana penting dalam pembentukan karakter murid.
“Kegiatan kemahiran ini mengajarkan ketangguhan, disiplin, dan kebersamaan. Prestasi adalah bonus, sedangkan yang utama adalah proses pembentukan karakter murid Sekolah Ceria,” ujarnya sebelum pemberangkatan peserta.
Pada hari pertama, Kamis (15/1) malam, kegiatan diawali dengan lomba pentas seni. Dalam ajang tersebut, qobilah SD Muhammadiyah Melirang menampilkan karnaval bertema Karakan Sunat yang mengangkat kearifan lokal Desa Melirang. Penampilan ini memadukan unsur budaya dan kreativitas anak, sehingga mampu menarik perhatian penonton dan dewan juri.
Kegiatan dilanjutkan pada Jumat (16/1/2026) pagi dengan lomba PBB Konfigurasi. Meski medan lomba berlumpur akibat hujan, para murid tetap tampil disiplin, rapi, dan percaya diri. Usai melaksanakan salat Jumat, peserta mengikuti lomba permainan tradisional gobak sodor yang berlangsung meriah dan menampilkan kekompakan serta kelincahan tim di tengah kondisi lapangan yang basah.
Masih pada hari yang sama, Jumat malam, murid-murid kembali mengikuti lomba AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan). Lomba ini menjadi sarana penguatan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan sebagai bagian dari pembinaan kader sejak usia dini.
Hujan kembali turun pada Sabtu dini hari sehingga lokasi kegiatan semakin berlumpur. Namun demikian, semangat para peserta tetap terjaga hingga akhir kegiatan.
Koordinator pelaksanaan kemahiran, Ustadzah Fatimatuz Zahrah A., mengapresiasi ketangguhan dan keceriaan para murid dalam menghadapi tantangan cuaca.
“Anak-anak tetap kompak dan ceria meskipun hujan dan medan berat. Kondisi ini justru menjadi pembelajaran berharga bahwa pendidikan karakter tumbuh melalui kegiatan kemahiran,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Amira Calista, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Walaupun capek dan berlumpur, saya senang ikut kemahiran. Saya belajar bekerja sama, berani tampil, dan tidak mudah menyerah,” tuturnya.
Kegiatan kemahiran ditutup dengan upacara penutupan pada Sabtu (17/1) pukul 08.00 WIB, sekaligus pengumuman kejuaraan. SD Muhammadiyah Melirang berhasil meraih tiga penghargaan, yakni Juara 2 Pentas Seni, Juara 3 PBB Konfigurasi Putra, dan Juara 3 Gobak Sodor Putri.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat, kerja keras, dan kekompakan mampu mengantarkan murid Sekolah Ceria SD Muhammadiyah Melirang meraih hasil terbaik, meski di tengah keterbatasan dan tantangan cuaca. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments