Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah (PAUD Dasmen) Pimpinan Cabang Aisyiyah Sidayu mengadakan pertemuan untuk menyampaikan hasil fit & proper test calon kepala sekolah KB Taman Walidah dan TK Aisyiyah 9 Sidayu, Jumat (2/1/2026).
Acara ini bertempat di gedung KB Taman Walidah dan TK Aisyiyah 9 Sidayu yang dihadiri oleh Dewan guru TK maupun KB beserta anggota Majelis PAUD Dasmen, ibu Nur Fadhillah SAg selaku Pimpinan Cabang Aisyiyah Sidayu dan ibu Innik Hikmatin SPd selaku penasihat.
Dalam penyampaian ini, Lilik Hamidah SPd selaku ketua Majelis PAUD Dasmen mengumumkan hasil siapa yang akan menjadi kepala sekolah baru. Sebelumnya Lilik Hamidah juga menyampaikan jika proses ini berawal dari kepala sekolah yang lama mengajukan surat pengunduran kepala sekolah karena masa jabatan yang akan habis.
“Selanjutnya kami, Majelis PAUD Dasmen mengadakan rapat dan akhirnya menghubungi Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Daerah Aisyiyah Gresik untuk mengikuti prosedur pemilihan calon kepala sekolah yang baru. Seperti mengadakan pemilihan calon kepala sekolah, kemudian fit & proper test dan hasilnya akan diumumkan hari ini. ” Ungkapnya.
Pada hari Selasa (16/12/2025) diadakan pemilihan calon kepala sekolah yang menghasilkan 3 nama dengan suara terbanyak. Dengan hasil calon kepala sekolah TK sebagai berikut.
- Islakhatul Sudiana, S. Ag dengan perolehan suara 13 dari 15 suara
- Luthfi Dyah Radintari, M. Pd dengan perolehan suara 11 dari 15 suara
- Meti Rahayu, S. Pd dengan perolehann 10 suara dari 15 suara
Untuk yang kelompok bermain dengan 3 calon, yakni Titin Hamidah SE, Rohma Wasi’ah SPdI, Niltis Sa’adah Muarrof SPsi dengan perolehan suara yang sama masing-masing 15 dari 15 suara.
Hasil Keputusan
Lilik Hamidah melanjutkan setelah terpilih calon kepala sekolah baru maka pada Rabu (24/12/2025) diadakannya fit & proper test yang dilakukan oleh Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Daerah Aisyiyah Gresik di tempat yang sama, yakni gedung KB Taman Walidah dan TK Aisyiyah 9 Sidayu.
Dengan proses itu menghasilkan keputusan kepala sekolah KB periode 2026-2029 adalah Titin Hamidah SE dan kepala sekolah TK adalah Luthfi Dyah Radintari MPd. Pengumuman ini awalnya berasa tegang lalu suasana berubah menjadi haru karena rasa kaget dari para kepala sekolah yang baru.
“Saya kira, masa jabatan saya sudah berakhir dengan 1 periode ternyata saya di amanahi kembali. Walau sebenernya berat karena ridho suami, namun karena ini sebuah keputusan maka kami berusaha sama-sama Ikhlas,” ungkap Titin Hamidah selaku kepala sekolah KB yang baru.
Luthfi Dyah Radintari selaku kepala sekolah TK yang baru, juga masih kaget karena tidak menyangka.
“Saya merasa ada yang lebih senior dari saya, dan ragu apakah saya bisa melakukannya. Tapi karena ini sebuah keputusan, maka saya terima dan berproses menjadikan TK yang lebih baik dan inovatif,” ungkapnya.
Sebelum acara berakhir, Innik Hikmatin sebagai penasihat memberikan ucapan selamat untuk kepala sekolah yang baru dengan harapan sama-sama mengikhlaskan dan bekerjasama untuk kemajuan KB maupun TK.
Guru Profesional
Beliau juga menyampaikan bahwa menjadi kepala sekolah maupun guru khususnya guru Aisyiyah Sidayu harus memiliki sikap atau karakter yakni dengan mencerminkan guru profesional.
“Seperti ditunjukkan pada test kemarin, saat presentasi visi misi atau test yang lainnya calon guru memberikan upaya yang maksimal walau sebenernya di hati kecilnya tidak terlalu berharap menjadi kepala sekolah, namun semangat dan tujuan untuk menunjukkan kualitas diri dan menjadikan sekolah yang berkemajuan,” lanjutnya.
Karakter selanjutnya yakni membiasakan budaya disiplin, baik saat rapat maupun saat ada pertemuan apapun. Mulai dari guru yang disiplin datang tepat waktu bahkan lebih awal akan menjadi contoh juga untuk teman sejawat atau wali murid lainnya.
Innik Hikmatin juga memberikan pesan dan saran untuk kepala sekolah lama maupun yang baru sebagai bentuk proses pertanggungjawaban dengan membuat buku atau catatan tertulis selama masa jabatan. Yang mana isinya berupa proses perjalanan berkembangnya sekolah tersebut maupun kelebihan dan kekurangan diri sebagai bahan evaluasi untuk periode selanjutnya.
Sehingga setiap periode mempunyai laporan tertulis dan akan menjadi jejak perjalanan dan perjuangan dalam memimpin sekolah yang berkemajuan. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments