Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tanpa Ajukan Proposal, Inilah Kemandirian Luar Biasa dalam Acara Pelantikan PCPM Tanggul

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Acara Pelantikan PCPM Tanggul Periode 2022-2026 di Osten Kaffie Tanggul, Jember dihadiri oleh perwakilan PDPM Jember, PCM, PCA, dan NA Tanggul. (Muhammad Arief/PWMU.CO)

PWMU.CO – Acara pelantikan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Tanggul usai dilaksanakan di Osten Kaffie, Kecamatan Tanggul, Jember pada Kamis (08/05/2025).

Pada acara ini dihadiri oleh perwakilan dari PDPM Jember, PCM Tanggul, PCA Tanggul, dan NA Tanggul. Tema dari pelantikan ini adalah “Teguh dalam Tauhid, Kokoh dalam Dakwah, Tumbuh dalam Kepemimpinan”.

Ketika acara inti, sekretaris bidang Kader, Seni Budaya, dan Olahraga PDPM Jember, Wahidun Arif Rijali membacakan surat keputusan dan memanggil satu-persatu calon untuk dilantik sebagai pimpinan pemuda pada periode 2022-2026.

Arif menanyakan kesiapan para calon pimpinan sebanyak tiga kali lalu dijawab oleh para calon. Arif melanjutkan dengan membacakan naskah pelantikan lalu diikuti oleh para calon pimpinan hingga usai dan mereka secara resmi dilantik.

Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama dibawakan oleh ketua PCPM Tanggul, Jimi Priyo Assidiq SE. Jimi menjelaskan bahwa terdapat dua formatur yang berkurang dalam kurun waktu dua tahun ini.

“Walaupun berkurang, kegiatan pengajian pemuda setiap malam Jumat tak pernah berhenti. Selain itu pada bulan Ramadan tahun 2024 pemuda juga telah melaksanakan kegiatan bakti sosial (baksos) bersama komunitas RX King,” tutur Jimi.

“Bulan Ramadan tahun 2025, pemuda mengadakan bagi baju second layak pakai. Kegiatan tersebut berjalan dua kali perminggu. Menjangkau ke beberapa desa, yaitu di Kramat Sukoharjo, Tanggul Kulon, Tanggul Wetan, dan di Desa Darungan di depan kantor desa,” tambahnya.

Sambutan selanjutnya dari perwakilan bidang organisasi dan pengkaderan PDPM Jember, Jihadul Islam ST. Jihad menjelaskan beberapa program kegiatan di PDPM Jember.

“Di antaranya ada Baitul Arqam dan bedah buku Madilog, dan pengajian,” jelasnya. Jihad berharap pada sisa periode ini program-program kegiatan Pemuda Tanggul lebih progresif dan lebih baik.

Selanjutnya, Ketua PCM Tanggul, Mohammad Nasir memberikan sambutan. “Apapun situasi dan kondisinya, marilah kita bersyukur. Bersyukur jangan jadikan (kondisi kita) sebagai pembanding. Ketika kita sehat, jangan nyukurno orang yang terpapar sakit. Itulah syukur sejati. Maka mari prioritaskan syukur kita kepada Allah,” ucapnya.

Nasir mengapresiasi acara pelantikan PCPM Tanggul karena luar biasa mandirinya. Acara pelantikan tersebut sama sekali tidak mengajukan proposal ke PCM.

Dia telah memeriksa bahwa dana hampir habis di PCM karena telah digunakan untuk program kegiatan IMM, IPM, dan HW. Dana yang tersisa tersebut telah dikeluarkan untuk proposal-proposal yang masuk ke PCM.

“Zuhud, qona’ah, dan apa adanya,” ungkap Nasir. “Sampai-sampai sound system menyediakan sendiri, padahal PCM punya juga,” tambahnya.

Dia memaklumi walaupun pelantikan PCPM menjelang terlambat/uzur dua tahun lebih, itu tidak apa-apa daripada tidak ingat. “Kita melihat masa periode kepimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah 5 tahun, PCPM 4 tahun, IMM dan IPM antara 1 sampai 2 tahun. Namun, PCPM Tanggul ini pertengahan, membuktikan Islam yang ‘wasathiyah’,” selorohnya.

Nasir juga mengapresiasi bahwa pelantikan PCPM lebih sakral daripada PCM. “Acara ini lebih sakral daripada PCM yang cuma ‘pengukuhan’. Di pelantikan pemuda ini lebih sakral karena ada naskah pelantikannya,” jelasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Tekad, itikad, dan iradatnya jauh melampaui apa yang dilampaui PCM. Kalau tidak dari PCPM dan NA, berharap kepada siapa lagi?,” jelasnya.

Nasir menjelaskan bahwa setiap pengajian PCM dan PCA pesertanya sudah sepuh, manula, usia pensiun. Dia menghimbau pemuda untuk aktif mengikuti pengajian PCM.

“Menjadi bagian dari PCM, bukan terpisah bagaikan anak tanpa induk. Barangkali dengan aktif ikut pengajian PCM ada kelebihan warisan bisa disalurkan ke PCPM,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa PCM, PCPM, dan NA, serta ortom lainnya merupakan satu keluarga dan satu kesatuan. Bersama-sama berjuang dakwah di bidang yang sama. Ia menghimbau PCPM untuk menguatkan hubungan dengan ortom lainnya.

Ia menyampaikan pepatah KH Ahmad Dahlan “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah”.

“Kalau kata teman-teman IPM, carilah pasangan hidup di Muhammadiyah,” selorohnya dengan disambut gelak tawa para hadirin. Dia menjelaskan bahwa pemuda untuk mengusahakan bisa menikah.

Nasir menceritakan bahwa Kyai Dahlan menyampaikan pepatah tersebut sebenarnya hanya di segmen tertentu. “Disampaikan ke saudagar, pengurus yang ekonominya menengah ke atas untuk berkontribusi di Muhammadiyah. Jadi maknanya tidak sesempit itu (tidak sesempit yang kita kira),” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa kreativitas perlu dimunculkan untuk membantu di sektor perekonomian. Yaitu dengan mewujudkan berdikari ekonomi. Perlu juga didorong dari PDPM barangkali ada program kerja di bidang ekonomi.

“Setajam apapun dalil yang kita sampaikan dalam berdakwah, kalau tidak didukung ekonomi maka kita akan kalah dari yang lain,” tambahnya.

Nasir berharap mudah-mudahan dengan pelantikan ini PCPM lebih semangat berkontribusi pada persyarikatan. “Kita lihat di medsos masyarakat sudah mulai bangga dengan Muhammadiyah, terutama ketika menyangkut masalah ketahuidan seperti pada tema pelantikan,” jelasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama dipimpin oleh ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PDM Jember, Ustadz Suwandi Husaini.(*)

Penulis Muhammad Arief Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu