Tapak Suci Putera Muhammadiyah Cabang 19 Umsura menggelar Musyawarah Cabang dan Cabang Khusus (Musycab) sebagai forum strategis untuk menuntaskan masa kepengurusan sekaligus meneguhkan arah regenerasi dan keberlanjutan kepemimpinan organisasi.
Musycab tersebut dilaksanakan selama empat hari, Rabu–Sabtu (31/12/2025-4/1/2026), bertempat di SMA Muhammadiyah 10 (SMAM 10). Kegiatan berlangsung khidmat, demokratis, serta sarat dengan nilai-nilai kaderisasi Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Agenda ini menandai berakhirnya masa kepengurusan periode 2024–2025 di bawah kepemimpinan Muhammad Shofar. Selama masa baktinya, Tapak Suci Cabang 19 Umsura konsisten menjalankan program pembinaan kader melalui latihan rutin, penguatan ideologi ke-Tapak Suci-an, serta penataan organisasi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Dalam laporan pertanggungjawaban pengurus, disampaikan bahwa periode tersebut menjadi fase pemantapan fondasi organisasi. Konsolidasi internal, penguatan sistem kaderisasi, serta penumbuhan semangat kolektif menjadi capaian penting dalam menyiapkan estafet kepemimpinan berikutnya.
Pembina Tapak Suci Cabang 19 Umsura, Muhammad Nasir, S.T., M.Ars., K.KUa., menegaskan bahwa Musycab bukan sekadar agenda pergantian struktur kepengurusan, melainkan bagian dari proses pendidikan kepemimpinan kader.
“Musycab merupakan ruang pembelajaran bagi kader. Di sinilah nilai amanah, etika, dan tanggung jawab diuji sekaligus diwariskan. Kepemimpinan bukan soal posisi, melainkan kesiapan untuk mengabdi dan melanjutkan perjuangan,” ungkapnya.
Proses musyawarah berlangsung secara terbuka dan penuh pertimbangan. Dari hasil pemilihan, Sa’ad Ihya’ Uddin memperoleh suara terbanyak dan dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum Tapak Suci Cabang 19 Umsura periode 2026–2027.
Dalam pernyataannya, Sa’ad Ihya’ Uddin menyampaikan bahwa amanah kepemimpinan merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara kolektif dan berlandaskan nilai-nilai perjuangan Tapak Suci.
“Kepemimpinan di Tapak Suci bukan tentang figur, tetapi tentang keberlanjutan nilai. Amanah ini hanya dapat dijalankan dengan kebersamaan, keikhlasan, serta komitmen untuk terus membina kader agar tumbuh sebagai insan yang berakhlak, berdisiplin, dan berdaya juang,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan menyempurnakan program pembinaan yang telah dirintis oleh kepengurusan sebelumnya, sekaligus membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi kader muda sebagai bagian dari proses kaderisasi berkelanjutan.
Musycab ini kembali meneguhkan nilai dasar kader Muhammadiyah, Sami’na wa Atho’na, bahwa amanah kepemimpinan merupakan tanggung jawab yang harus ditunaikan dengan penuh keikhlasan, bukan jabatan yang diperebutkan.
Melalui Musycab ini, Tapak Suci Cabang 19 Umsura tidak hanya menata kepemimpinan, tetapi juga meneguhkan arah gerak kaderisasi. Dengan semangat kebersamaan dan nilai perjuangan persyarikatan, Tapak Suci diharapkan terus hadir sebagai ruang pembinaan yang melahirkan kader-kader tangguh, berintegritas, dan siap berkhidmat untuk umat, persyarikatan, dan bangsa. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments