Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tapak Suci Hadirkan Pembelajaran Bermakna di Sekolah Kreatif Baratajaya

Iklan Landscape Smamda
Tapak Suci Hadirkan Pembelajaran Bermakna di Sekolah Kreatif Baratajaya
Suasana latihan Tapak Suci kelas III Sekolah Kreatif Baratajaya di Aula lantai 3 Sekolah, Jum'at (05/20/2026). (Ahmad Mahmudi/PWMU.CO).
pwmu.co -

Aula lantai 3 Sekolah Kreatif Baratajaya tampak berbeda pada Jumat pagi (06/02/2026). Tepat pukul 08.00 WIB, ruangan itu memerah oleh seragam Tapak Suci (TS) Putra Muhammadiyah yang dikenakan para siswa kelas III.

Barisan rapi, sikap tubuh tegak, dan sorot mata penuh semangat menjadi penanda dimulainya latihan bela diri rutin yang terhelat setiap Jumat.

Sejak awal, atmosfer disiplin dan antusiasme terasa kuat, menandai bahwa kegiatan ini bukan sekadar olahraga biasa.

Tapak Suci di Sekolah Kreatif

Di Sekolah Kreatif Baratajaya, Tapak Suci tidak diposisikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler tambahan. Melainkan sebagai kegiatan kokurikuler yang terintegrasi dalam proses pembelajaran.

Hal ini tersampaikan oleh Kepala Urusan Humas sekolah, Agus Mulyadi MPd. Menurutnya, Tapak Suci terancang sejalan dengan arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti tentang pentingnya penerapan deep learning dalam pendidikan.

“Pembelajaran harus memberi pengalaman bermakna, tidak hanya mengejar target kognitif, tetapi juga membentuk karakter dan kebiasaan hidup sehat” ujarnya saat mengawasi jalannya latihan.

Pendekatan deep learning tersebut tampak nyata dalam setiap sesi latihan. Di bawah bimbingan pelatih Tapak Suci Putra Muhammadiyah, Achmad Syihan, para siswa mempraktikkan gerakan dasar tangan dan kaki, mulai dari pukulan, tendangan, hingga jurus sederhana.

Dengan penuh kesabaran, pelatih mendampingi satu per satu siswa, memastikan gerakan dilakukan dengan benar dan aman. Lebih dari itu, setiap latihan disertai penanaman nilai disiplin, fokus, keberanian, dan pengendalian diri.

Dukungan penuh terhadap kegiatan ini juga datang dari Heru Tjahyono, penggagas Sekolah Kreatif Indonesia. Ia menegaskan bahwa Tapak Suci sebagai pembelajaran kokurikuler merupakan wujud pembelajaran kontekstual dan holistik.

“Ini sejalan dengan misi sekolah dan arah kebijakan deep learning yang ditekankan Menteri Abdul Mu’ti. Belajar harus menyentuh pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara utuh” tutur Babe Heru.

Menurutnya, Tapak Suci menjadi media efektif untuk menanamkan nilai hidup sehat, sportivitas, serta nilai keislaman dan kebangsaan yang menjadi ruh Muhammadiyah.

Selain membentuk karakter, latihan Tapak Suci setiap Jumat pagi juga berfungsi sebagai sarana olahraga untuk mengawali kegiatan belajar di kelas.

Aktivitas fisik ini membantu siswa meningkatkan kebugaran, konsentrasi, dan kesiapan mental sebelum menerima pelajaran akademik.

Tantangan Kebijakan Pendidikan

Guru kelas III, Zuli Kurianah SPd menyebut bahwa kegiatan ini menjawab tantangan kebijakan pendidikan saat ini yang menuntut integrasi antara akademik dan karakter.

“Tapak Suci mengajarkan bela diri sesuai nilai Muhammadiyah sekaligus membiasakan hidup sehat” ujar Bu Ana, sapaan akrabnya.

Antusiasme siswa tampak sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti instruksi dengan gembira dan saling menyemangati. Salah satu siswa kelas III, Drum Camilla Putri Hanania, mengaku sangat menikmati latihan.

“Aku suka Tapak Suci karena bisa belajar menendang peraga katanya dengan wajah berbinar. Bagi para siswa, latihan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan.

Melalui Tapak Suci, Sekolah Kreatif Baratajaya menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas.

Dengan memadukan olahraga, karakter, dan nilai keislaman, sekolah ini menghadirkan praktik deep learning yang hidup, relevan, dan berdampak jangka panjang bagi tumbuh kembang siswa.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu