Sorak sorai kemenangan menggema dari arena UM Surabaya National Silat Championship (UNSC) ke-7 tahun 2025. Kontingen Tapak Suci Cabang 128 Sambikerep sukses menorehkan tinta emas dengan meraih Juara Umum III Kategori Dewasa.
Gelar ini menjadi catatan bersejarah bagi tim Sambikerep, mengingat capaian tersebut sebelumnya tak pernah terbayangkan.
Digelar di Universitas Muhammadiyah Surabaya (3–7/9/2025), kejuaraan bergengsi ini mempertemukan ratusan pesilat terbaik dari berbagai perguruan dan daerah di seluruh Indonesia.
Di tengah persaingan ketat, Tapak Suci Sambikerep yang menurunkan 24 atlet untuk berlaga di 22 kategori pertandingan, baik nomor seni maupun tanding, berhasil menunjukkan performa terbaiknya.
Ketua Kontingen, Anang Dony Irawan, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. “Prestasi ini hasil dari kerja keras para atlet serta dukungan penuh pelatih dan official. Kami tidak menyangka bisa meraih Juara Umum III, karena lawan-lawan yang dihadapi adalah pesilat-pesilat terbaik dari berbagai daerah dan perguruan,” ujarnya dengan penuh haru.
Selama lima hari kejuaraan berlangsung, satu demi satu kemenangan berhasil dikumpulkan. Hingga akhirnya, kontingen Sambikerep membawa pulang 22 medali dengan 8 medali emas, 9 medali perak, dan 5 medali perunggu.
Capaian ini membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten, mulai dari latihan rutin di padepokan hingga pemusatan latihan menjelang kejuaraan, telah berbuah manis.
Bagi para pelatih, prestasi ini tidak hanya tentang jumlah medali, tetapi juga tentang lahirnya generasi pesilat muda yang tangguh.
“Lebih dari sekadar kemenangan, hasil ini menjadi motivasi bagi para atlet muda Sambikerep untuk terus berlatih dan menorehkan prestasi di kejuaraan-kejuaraan berikutnya. Pencak silat bukan hanya olahraga fisik, tetapi juga membentuk mental, karakter, dan spiritual generasi muda,” jelas Sultan Abdillah, salah satu pelatih Tapak Suci Sambikerep.
Keikutsertaan dalam UNSC VII tahun 2025 ini juga menjadi ruang silaturahmi antarperguruan. Ajang ini memperkuat persaudaraan sekaligus mengasah pengalaman bertanding para atlet.
Di balik euforia kemenangan, ada momen haru yang menyentuh hati. Seluruh capaian ini dipersembahkan untuk mengenang salah satu pelatih yang lebih dulu berpulang.
“Prestasi Juara Umum ini untukmu, Cak Im,” ungkap penuh emosional Muhamad Febrianto, pelatih Tapak Suci Sambikerep lainnya, sambil menahan air mata.
Dedikasi tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kemenangan adalah hasil dari perjuangan bersama, termasuk mereka yang telah menanamkan ilmu dan semangat sejak awal.
Menatap Masa Depan
Tapak Suci Sambikerep bertekad untuk terus melangkah lebih jauh. Prestasi di UNSC VII 2025 hanyalah awal dari perjalanan panjang menuju prestasi-prestasi berikutnya, baik di level nasional maupun internasional.
Dengan semangat pantang menyerah, tim ini berkomitmen untuk terus mengukir prestasi, menjaga tradisi budaya bangsa, dan mengembangkan pencak silat ke penjuru dunia.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments