Derap langkah dan kibasan tangan para pendekar cilik Tapak Suci Putera Muhammadiyah SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A berhasil menyedot perhatian ribuan penonton dalam Karnaval Semarak HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Kecamatan Gresik, Sabtu (23/8/2025).
Rombongan Tapak Suci tampil percaya diri dengan balutan seragam merah khas perguruan, lengkap dengan sabuk yang melingkar di pinggang.
Kali ini, mereka menyajikan Solo Kreatif, sebuah bentuk seni pencak silat yang tidak hanya menampilkan jurus secara kaku, melainkan dirangkai penuh kreativitas.
Jurus katak, naga, lembu, merpati, hingga rajawali dipadukan menjadi satu rangkaian indah. Gerakan meloncat, meliuk, memukul, dan bertahan mereka sajikan bak tarian energi yang sarat filosofi.
Untuk persiapan karnaval, para murid kelas 4 dan 5 ini berlatih lima kali pertemuan intensif yang diadakan pada malam hari, di luar latihan rutin yang biasanya diadakan setiap Rabu dan Jumat di halaman sekolah.
Meski kadang latihan menghadapi kendala, terutama karena kehadiran anak-anak yang tidak selalu lengkap, semangat kebersamaan mampu menutup kekurangan itu.
Novan Santoso, sang pelatih yang juga kader madya Tapak Suci dengan sabuk biru, mengaku bangga melihat penampilan anak didiknya.
“Meskipun waktu latihan terbatas dan beberapa kali anak-anak tidak bisa hadir lengkap, mereka tetap menunjukkan kedisiplinan dan semangat luar biasa. Gerakan yang mereka bawakan hari ini adalah buah kerja keras bersama, dan saya sangat puas melihat hasilnya di hadapan masyarakat Gresik,” ungkap Novan.
Kendala teknis bukanlah halangan berarti. Justru hal itu membuat anak-anak semakin tangguh dan saling mendukung satu sama lain.
Ketika ada teman yang absen, peserta lain tidak segan menutupi kekosongan posisi, sehingga formasi tetap berjalan rapi. Kegigihan mereka membuat penampilan Tapak Suci SD Mugres terlihat matang, meski dengan durasi latihan yang relatif singkat.
Di sepanjang rute karnaval, mulai dari depan Mal Gresik di Jalan Gubernur Suryo hingga garis finis di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), tepuk tangan penonton berkali-kali menggema.
Gerakan jurus yang lincah dan penuh tenaga dari para pendekar cilik itu benar-benar menjadi tontonan yang menghibur sekaligus membanggakan.
Apalagi penampilan mereka juga berkolaborasi dengan pandu Hizbul Wathan (HW) dan pencak macan Mentari Budaya SD Mugres.
Kepala SD Mugres Kampus A, Eka Meitasari S.Pd., menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan rombongan Tapak Suci tampil memukau.
“Tapak Suci bukan hanya olahraga bela diri, tetapi juga pendidikan karakter. Anak-anak belajar tentang disiplin, keberanian, tanggung jawab, dan sportivitas. Karnaval ini menjadi panggung pembuktian bahwa mereka mampu mengembangkan diri, sekaligus menghibur masyarakat dengan cara yang positif. Harapan saya, semangat ini terus terjaga hingga kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berakhlak mulia,” tutur Meita. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments