PWMU.CO – Tari Saman menjadi pembuka peringatan Milad ke-22 Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Celep Sidoarjo yang berlangsung di Aula SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, Ahad (3/8/2025). Tarian yang penuh irama dan gerakan dinamis ini sebelumnya pernah mengantarkan anak-anak panti meraih juara 1 dalam lomba kreativitas antar-panti asuhan.
Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Celep merupakan amal usaha milik Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sidoarjo, berlokasi di Jalan Hasanudin, Sidoarjo. Saat ini, panti menaungi 26 anak yatim yang tinggal menetap, mulai dari usia TK hingga perguruan tinggi. Selain itu, terdapat 49 anak non-panti yang dibina secara berkala dan menerima bantuan bulanan berupa uang SPP serta beras.
Acara milad dihadiri oleh Pimpinan Harian PCA Sidoarjo, perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), ketua majelis dan lembaga di lingkungan PCA Sidoarjo, ketua ranting Aisyiyah se-Kecamatan Sidoarjo, serta para ketua Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS). Para alumni panti juga hadir memberikan motivasi dan dukungan kepada adik-adik mereka.
Tokoh masyarakat dan donatur tetap seperti Bu Machmuda—pengusaha bumbu masak—dan Abah Farid turut hadir langsung menyaksikan perkembangan panti.
Ketua panti, Iksir Dwi Nirfiati, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung operasional panti, termasuk dalam pembiayaan pendidikan anak-anak.
Ia juga mengajak para tamu untuk berpartisipasi dalam program “Ibu Asuh” bagi anak-anak panti. “Besaran nominalnya fleksibel, sesuai kemampuan masing-masing. Yang penting ada keikhlasan untuk berbagi dan meringankan beban biaya panti,” ujarnya.
Ketua PCA Sidoarjo, Haryanti, dalam sambutannya menegaskan bahwa milad bukan sekadar perayaan ulang tahun.
“Milad adalah ajang muhasabah, refleksi atas perjalanan yang telah dilalui, sekaligus pemacu semangat untuk berbuat lebih baik ke depan,” ungkapnya.
Selama satu bulan, anak-anak panti berlatih tanpa kenal lelah demi menampilkan yang terbaik. Hasilnya, tampilan mereka memukau dalam bentuk tari dan lagu, di antaranya Tari Moana, lagu “Jumbo,” serta Tari Jati Diri yang juga pernah menyabet juara 1 pada tahun 2025.
Dalam sesi tausiyah, Ustadzah Nisa berpesan kepada para pengasuh agar tidak salah menafsirkan larangan menghardik anak yatim. “Menasehati dan mendidik anak yatim tetap diperlukan, agar mereka tertempa dan siap menghadapi kehidupan. Ibu pengasuh harus mampu menjadi sahabat, teman, sekaligus guru bagi anak-anak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, “Siapa tahu, dari tangan-tangan anak yang kita asuh inilah, kelak kita digandeng menuju surga.”
Acara milad ditutup dengan doa dan harapan agar para pengasuh dan pengurus senantiasa diberi kekuatan untuk menjaga amanah Allah dalam membina anak-anak yatim. Semoga Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Celep terus melahirkan generasi tangguh, mandiri, dan berakhlak mulia. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments