
PWMU.CO – Udara pagi yang sejuk di kawasan Blessing Hills Trawas, Mojokerto, Ahad (29/6/2025), semakin menghangat dengan tausiyah inspiratif Ketua PDM Kota Batu, Tsalis Rifai ST MT.
500 peserta Family Gathering ke-13 Kader Sang Surya yang mengikuti jamaah Subuh tampak antusias menyimak wejangan yang penuh semangat dan humor segar itu.
Tausiyah diawali dengan candaan ringan yang menghidupkan suasana. Tsalis berbicara soal pentingnya menghormati senior dalam perjuangan di Muhammadiyah. “Kita ini harus taat dan patuh pada senior. Sebab mereka yang telah membimbing dan mendidik kita,” ujarnya disambut tawa dan anggukan para peserta.
Namun, bukan sekadar hiburan, Tsalis kemudian mengarahkan perhatian pada nasihat mendalam yang selalu digaungkan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yakni surat Al-Ashr. “Ini surat pendek tapi sangat padat dan kaya makna. Konon beliau menyampaikan surat ini berulang-ulang, bahkan enam sampai tujuh bulan lamanya, sebagai materi amal usaha yang beliau dirikan,” katanya.
Tsalis kemudian menjabarkan empat pilar dari surat tersebut sebagai prinsip dasar bagi kader-kader Muhammadiyah:
Pertama, Iman yang Aktif dan Berilmu
“Orang-orang yang beriman,” kata Tsalis, “adalah mereka yang tidak sekadar percaya, tetapi menjadikan iman sebagai pijakan hidup. Family gathering ini bukan hanya jalan-jalan atau silaturahmi biasa. Ini adalah ikhtiar meneguhkan keimanan kita sebagai kader Persyarikatan.”
Kedua, Amal Saleh yang Berkelanjutan
Mengutip Quraish Shihab, Tsalis menyebut amal saleh adalah “amal kebaikan yang dilaksanakan terus-menerus.” Ia mengapresiasi panitia Family Gathering yang tetap melayani meski dalam kondisi sakit. “Ini bukti bahwa amal saleh itu bukan insidental, tapi berkelanjutan dan penuh keikhlasan,” ucapnya.
Ketiga Saling Menasihati dalam Kebenaran
Menurutnya, salah satu ciri gerakan Muhammadiyah adalah keterbukaannya terhadap nasihat dan masukan. “Dalam kegiatan seperti ini, mari kita saling mengingatkan. Tahun ini yang belum ikut, kita ajak tahun depan. Yang ikut tahun ini, kita pastikan bisa ikut kembali,” katanya memberi semangat kaderisasi.
Keempat, Kesabaran sebagai Nafas Dakwah
Dalam menutup tausiyah, Tsalis menekankan pentingnya sabar dalam dakwah. “Kalau semalam ada yang tidak hadir salat malam, kita husnuzan saja, mungkin mereka salat berjamaah di kamarnya. Kalau ada yang kamarnya tidak nyaman, tetaplah sabar. Namanya panitia, memang tempatnya keluh kesah,” ujarnya disambut gelak tawa para peserta.
Tsalis menegaskan, keempat unsur dalam surat Al-Ashr adalah satu paket yang tidak bisa dipisah-pisahkan. “Kita harus menggabungkan iman, amal saleh, nasihat kebenaran, dan kesabaran. Maka Muhammadiyah akan menjadi organisasi yang menggembirakan, menyenangkan, dan menggerakkan umat,” pungkasnya.
Dengan semangat yang terpancar dari tausiyah pagi itu, para kader Sang Surya tampak siap melanjutkan kegiatan family gathering dengan hati yang penuh gembira dan semangat ber-Muhammadiyah yang menyala-nyala. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan






0 Tanggapan
Empty Comments