Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tausyiah Ramadhan SUMU Bogor Raya: Bangun Pengusaha Muslim Berkemajuan

Iklan Landscape Smamda
Tausyiah Ramadhan SUMU Bogor Raya: Bangun Pengusaha Muslim Berkemajuan
Tausyiah Ramadhan SUMU Bogor Raya: Bangun Pengusaha Muslim Berkemajuan, Foto: Ist/PWMU.CO
pwmu.co -

Buka Bersama dan Tausyiah Ramadhan 1447 H Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Bogor Raya menjadi momentum penguatan ukhuwah, spiritualitas, dan jejaring ekonomi dalam membentuk pengusaha muslim berkemajuan.

Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Buka Bersama dan Tausyiah Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Bogor Raya di Kantor BKsPPI Pusat (Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia), Bogor.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota, tetapi juga ruang penguatan spiritual dan ekonomi bagi para pengusaha muslim, profesional, serta komunitas muslim di wilayah Bogor Raya.

Bangun Jejaring Pengusaha Muslim yang Solid

Momentum Ramadan dimanfaatkan SUMU Bogor Raya untuk memperkuat jejaring pengusaha muslim yang solid, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Para peserta didorong membangun sinergi usaha yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai keislaman dan kontribusi sosial.

Ketua SUMU Bogor Raya, Anang Yudi Riswanto, ST, MM, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun jejaring pengusaha muslim yang saling menguatkan.

“Kita ingin menghadirkan pengusaha muslim yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antaranggota menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang berdaya saing sekaligus bernilai ibadah.

Tausyiah Ramadhan: Ilmu, Rezeki, dan Kesehatan Pilar Peradaban

Puncak acara diisi tausyiah Ramadhan oleh Didin Hafidhuddin dengan tema “Membentuk Pengusaha Muslim yang Maju dan Berkemajuan.”

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kemajuan umat harus dibangun di atas fondasi spiritual yang kokoh. Ia mengutip riwayat Ibnu Abbas RA saat meminum air zam-zam yang memohon tiga hal, yakni ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesehatan.

“Tiga hal ini adalah pilar peradaban. Ilmu membimbing arah, rezeki menopang kemandirian, dan kesehatan menjaga produktivitas,” jelasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Menurutnya, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, membentuk akhlak mulia, serta menguatkan aspek spiritual, intelektual, sosial, dan emosional. Pendidikan tidak sekadar mencetak manusia cerdas, tetapi juga menyucikan jiwa dan menyiapkan umat menghadapi tantangan zaman.

Bisnis sebagai Amanah dan Jalan Keberkahan

Terkait sektor ekonomi, Didin menegaskan bahwa Islam mendorong umatnya menjadi pelaku usaha yang mandiri, produktif, dan tetap menjaga prinsip kehalalan dalam setiap aktivitas bisnis.

“Bisnis bukan semata mencari keuntungan, melainkan bagian dari amanah yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa pengusaha muslim ideal harus memiliki karakter amanah, jujur, kreatif, ulet, dan produktif, tanpa melalaikan ibadah. Selain itu, kolaborasi antarpengusaha menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Orang-orang beriman itu saling menolong. Karena itu, kita perlu membangun jaringan yang saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan,” tambahnya.

Pererat Sinergi dan Ukhuwah di Bulan Ramadhan

Acara ditutup dengan doa bersama, shalat Maghrib berjamaah, buka puasa, serta sesi networking yang semakin mempererat sinergi antaranggota.

Melalui momentum Ramadhan 1447 H ini, SUMU Bogor Raya berharap lahir lebih banyak pengusaha muslim yang mampu menyeimbangkan ilmu, rezeki halal, akhlak, serta kontribusi sosial, sehingga bisnis benar-benar menjadi jalan keberkahan dunia dan akhirat.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu