Menjelang penghujung kegiatan belajar sebelum libur sekolah, suasana di SD Muhammadiyah Melirang terasa berbeda dari biasanya. Tawa, semangat, dan kebersamaan menyatu dalam rangkaian kegiatan Pesantren Kilat Darus Arqom (PKDA) yang berlangsung selama tiga hari. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid dari kelas 1 hingga kelas 6 sebagai penutup indah sebelum libur sekolah tiba.
Sejak hari pertama, aula sekolah sudah dipenuhi wajah-wajah ceria para murid yang antusias mengikuti berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan akhlak. Hari kedua menjadi momen yang lebih berkesan, khususnya bagi murid kelas 4 sampai kelas 6. Pada hari itu mereka tidak pulang ke rumah, melainkan bermalam di sekolah. Suasana kebersamaan terasa hangat, seolah sekolah berubah menjadi rumah kedua yang penuh dengan cerita, canda, dan pengalaman baru.
Pada Jumat pagi, seluruh murid dari kelas 1 sampai kelas 6 mendapatkan materi pembekalan simulasi Idul Fitri. Materi ini diberikan sebagai persiapan untuk pelaksanaan simulasi shalat Idul Fitri yang akan dilaksanakan pada Sabtu pagi. Anak-anak belajar tentang tata cara shalat Id, adab datang ke lapangan, hingga makna kebersamaan di hari kemenangan dengan penuh semangat.
Akhlak Generasi Ceria
Kemeriahan semakin terasa pada Sabtu sore tepat pukul 15.30. Aula sekolah kembali dipenuhi tawa ketika Nor Qomari, yang akrab disapa Kak Ari, hadir bersama boneka kesayangannya yang bernama Paijo. Dalam kegiatan story time bertema “Akhlak Generasi Ceria”, Kak Ari dan Paijo menyampaikan pesan moral dengan cara yang ringan, lucu, namun penuh makna.
Pada kesempatan ini, Sekolah Ceria juga mengundang adik-adik dari TK ABA 08 Melirang kelompok B. Kehadiran Paijo sontak menggemparkan aula. Anak-anak tertawa, bertepuk tangan, bahkan beberapa tak henti memanggil nama Paijo dengan riang. Dalam ceritanya, Kak Ari mengingatkan bahwa sesama manusia tidak boleh saling menyakiti, melainkan harus saling menghargai dan menyayangi.
Setelah sesi cerita yang seru, anak-anak diajak berfoto bersama Paijo. Keceriaan belum berhenti sampai di situ. Tepat pukul 17.15, Paijo ikut menemani murid-murid Sekolah Ceria untuk membagikan takjil di sepanjang jalan Desa Melirang Wetan. Tak sampai sepuluh menit, sebanyak 100 kotak takjil telah habis dibagikan kepada masyarakat yang melintas. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang penuh kehangatan.
Muhasabah
Malam harinya, setelah melaksanakan shalat tarawih dan tadarus Al-Qur’an, para murid mengikuti sesi muhasabah, Materi muhasabah disampaikan oleh Kakak Alfin Aunillah, alumni SD Muhammadiyah Melirang yang kini sedang melanjutkan pendidikan jenjang S1 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dalam penyampaiannya, Kak Alvin mengajak anak-anak untuk merenungkan kembali sikap mereka sebagai anak dan murid—bagaimana berbakti kepada orang tua, menghormati guru, dan bersikap baik kepada teman.
Salah satu peserta PKDA, Dafa Wijdan Muhammad murid kelas V, menyampaikan kesannya.
“Kegiatan PKDA sangat menyenangkan. Saya bisa belajar agama, bermain bersama teman, dan merasakan bermalam di sekolah. Semoga tahun depan bisa mengikuti kegiatan seperti ini lagi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia PKDA, Ustadz Muhammad Jamin, menyampaikan harapannya.
“Melalui kegiatan Pesantren Kilat Darus Arqom ini, kami berharap anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga pengalaman spiritual dan pembentukan akhlak yang baik. Semoga nilai-nilai yang dipelajari selama kegiatan ini dapat mereka amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan PKDA, Sekolah Ceria menutup aktivitas sebelum libur sekolah dengan penuh makna—menanamkan ilmu, mempererat ukhuwah, dan menumbuhkan akhlak mulia pada setiap muridnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments