
PWMU.CO – “Kita ciptakan super team bukan super man,” ujar Dr Netty Lestiani MPd dalam sambutan saat menghadiri Festival Film Indie SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SMP Musasi) hari Selasa (25/02/2025) di bioskop Cinepolis Lippo Plaza Sidoarjo.
“Saya tadi sempat membuka galeri handphone saya, tepat 2 tahun lalu (02/02/2023) SMP Musasi menayangkan film hasil karya siswanya disini,” ujar Kepala Bidang Mutu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo.
“Waktu itu film anak saya yang ditayangkan di bioskop ini, ya anak saya alumni SMP Musasi 2 tahun yang lalu,” tegasnya. Penguatan karakter melalui media film ini dari berbagai teori yang dituliskan sangat penting dalam pendidikan kita yang disesuaikan dengan teknologi masa kini.
“Memainkan berbagai peran yang merupakan bagian dari kehidupan kita mengajari anak-anak kita untuk senantiasa kolaboratif antara satu dengan lainnya,” sambungnya.
Tidak mungkin sutradara berjalan sendiri, begitu pula penulis script, cameramen, serta pemeran lainnya. “Maka dari itu ayo kita ciptakan golongan yang bagus, karena negara kita ini butuh tim yang kuat dan berkarakter, bukan yang bekerja secara individual,” ujarnya.
Hal tersebut juga dipertegas oleh Kepala SMP Musasi, jika kegiatan ini merupakan hasil dari beberapa unsur literasi digital yang digabung menjadi satu.
“SMP Musasi tidak membekali peserta didiknya dengan keterampilan akademik, tapi juga non akademik melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau yang akrab kita sebut dengan P5,” ujar Erna Herawati SPd MPd.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo, Noerwachid Soeprijanto juga menegaskan jika film Indie ini merupakan hasil ekspresi dari siswa yang telah mereka lalui selama menjadi siswa di SMP Musasi.
“Saya berharap, kalian nanti dapat menjadi manusia yang idealis di masa yang akan datang,” ujar Wachid sapaannya. Perwakilan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sidoarjo, Dr Choirun Nisak Aulia SPdI MPd bangga akan hasil karya siswa SMP Musasi yang ditayangkan di bioskop kali ini.
“Kegiatan ini bukan sekadar untuk bersenang-senang, tetapi dibaliknya terdapat karya seni yang luar biasa,” ujar dosen Umsida itu. Ia melanjutkan bahwa melalui projek pembuatan film, siswa telah belajar bagaimana bekerja sama dalam sebuah tim dan bagaimana berinteraksi, serta berbagi tugas dengan rekan setim.
Belajar bagaimana cara problem solving karena pasti menemukan tantangan serta hambatan selama pembuatan film.
Festival Film Indie tahun ini menghasilkan tujuh karya film yang berjudul Shadow of the Classroom, Hopeless, Wrong, Grey Truth, Gara-Gara Film, SOPO?, dan Lelap Kelam.
Sebanyak 374 penoonton yang terdiri dari Cinema 1 dan Cinema 2 antusias sepanjang film diputar. Di saat terjadi plot twist tak terduga, banyak sekali tepuk tangan di seluruh judul film sebagai bentuk apresiasi terhadap siswa kelas 9 SMP Musasi.

Tibalah saat yang ditunggu-tunggu yaitu momen awarding, untuk poster terbaik diraih oleh Lelap Kelam dari kelas 9 Saintek 2. Sutradara terbaik diraih oleh Grey Truth dari kelas 9 Internasional 1. Pemeran terbaik diraih oleh Cinta Raisya Ubaidillah, siswi kelas 9 Entrepreneur 1, dan Editor terbaik diraih oleh Gara-Gara Film dari kelas 9 Internasional 2.
Untuk film terbaik, juara 1, 2, dan 3 masing-masing diraih oleh Shadow of the Classroom dari kelas 9 Entrepreneur 1, SOPO? dari kelas 9 Saintek 1, dan Gara-Gara Film dari kelas 9 Internasional 2.
“Unexpected banget! Seneng banget bisa jadi juara 2, karena rasa capek kita selama proses pembuatan film terbayarkan,” ujar Aisyah Cahya siswa kelas 9 Saintek 1.
“Usaha tidak akan mengkhianati hasil,” ujar Lakeisha Farra Daralis, siswa kelas 9 Internasional 1 yang juga sebagai sutradara film Grey Truth.
Beberapa dari siswa kelas 9 juga memberi semangat kepada adik kelasnya yang masih di kelas 8 yang tahun depan akan merasakan hal yang sama seperti mereka.(*)
Penulis Ratri Daniswara Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments