TBM Qurrota ‘Ayun yang beralamat di Jl. Dr. Sutomo 59 Bojonegoro kompleks PAUD ABA Percontohan mendapat kehormatan pada Jumat (13/02/2026).
Pasalnya di lokasi tersebut, berlangsung Rakerda (Rapat Kerja Daerah) Forum (Taman Baca Masyarakat) atau TBM.
Kegiatan ini terhadiri 36 pengurus TBM aktif se kabupaten Bojonegoro dan Kabid Peningkatan Mutu PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.
Harapan Tingkatkan SDM Cerdas
Lebih lanjut, Rakerda ini mengusung tema Literasi untuk kesejahteraan menumbuhkan kemandirian masyarakat Bojonegoro melalui budaya baca.
Tema ini mengandung maksud dan harapan agar dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar lebih cerdas, aktif, produktif, dan mampu memberdayakan diri sendiri.
Acara berawal dengan pembukaan, dan berlanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia raya serta sambutan.
Sambutan pertama dari Ketua Forum TBM Kabupaten Bojonegoro Dwi Anjarwati SPd. Beliau menyampaikan Rapat kerja ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, menyelaraskan langkah, serta memperkuat peran TBM dalam pembangunan masyarakat.
Taman Bacaan Masyarakat memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat. Karena melalui budaya baca dapat menanamkan nilai-nilai pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Bojonegoro.
Adapun Forum TBM Bojonegoro harus menjadi wadah kolaborasi yang kuat. Sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci untuk mewujudkan literasi sebagai jalan menuju kesejahteraan.
“Tema rapat kerja kita, “Literasi untuk Kesejahteraan: Menumbuhkan Kemandirian Masyarakat Bojonegoro Melalui Budaya Baca”, mengandung makna yang sangat mendalam” terang Dwi.
Makna Sejati Literasi
Menurutnya, literasi tidak lagi bermakna sebatas kemampuan membaca dan menulis. Tetapi sebagai fondasi untuk membangun pola pikir, meningkatkan kapasitas diri, serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Namun demikian, pihaknya juga menyadari bahwa tantangan literasi ke depan semakin kompleks. Rendahnya minat baca, perubahan perilaku masyarakat di era digital.
Oleh karena itu, melalui rapat kerja ini, Dwi mengajak seluruh peserta untuk menyusun program yang tidak hanya ideal secara konsep, tetapi juga realistis, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Selanjutnya Sambutan sekaligus membuka acara Rakerda FTBM ini Kabid Peningkatan mutu PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Rasmadi MPd.
Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kegiatan yang telah FTBM lakukan dan berjanji jika Dinas Pendidikan akan mendukung kegiatan sehingga Budaya Literasi di Bojonegoro akan semakin meningkat.






0 Tanggapan
Empty Comments