Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Teacher Laboratory Conference 2026 SD Muhammadiyah Manyar: Merajut Kolaborasi Guru, Menumbuhkan Pembelajaran Bermakna

Iklan Landscape Smamda
Teacher Laboratory Conference 2026 SD Muhammadiyah Manyar: Merajut Kolaborasi Guru, Menumbuhkan Pembelajaran Bermakna
Tim komunitas Belajar Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah Manyar berkolaborasi dengan peserta merancang lesson design. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) kembali meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran bermakna melalui penyelenggaraan Teacher Laboratory Conference (TLC) 2026. Kegiatan ini menjadi pelaksanaan kedua setelah sebelumnya mendapat sambutan positif dari para pendidik lintas daerah.

TLC bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang belajar bersama bagi guru untuk bertemu, berdiskusi, dan bertumbuh dalam semangat kolaborasi.

Persiapan TLC 2026 dilakukan secara matang. Koordinasi awal dimulai sejak 29 Desember 2025 melalui pertemuan daring antara tim ustadz dan ustadzah SDMM dengan Arif Hidayat, Ph.D., Presiden Asosiasi Lesson Study Indonesia (ALSI) sekaligus perwakilan STEM Cells UPI. Dalam setiap tahapan, Arif Hidayat memberikan arahan, pendampingan, dan penguatan konseptual agar TLC benar-benar menjadi ruang belajar guru yang autentik dan berdampak.

Pada TLC 2026, SDMM membuka enam kelas pembelajaran, yakni STEM 1, STEM 2, Matematika, Pendidikan Agama Islam (PAI), IPS, dan Bahasa Inggris. Seluruh komunitas belajar (kombel) yang tergabung dalam Teacher Working Group (Tea-WG) SDMM berkolaborasi menyusun lesson design terbaik sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing.

Puncak persiapan lesson design berlangsung pada Sabtu (10/1/2025). Setiap rancangan pembelajaran direviu dan didampingi langsung oleh Dekan serta dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Dr. Nur Fauziyah, M.Pd. mendampingi kombel STEM 1 dan IPS, Nataria Wahyuning Subayani, M.Pd. mendampingi STEM 2, Fatimatul Khikmiyah, M.Pd. mendampingi Matematika, Ulfatul Ma’rifah, M.Pd. mendampingi PAI, dan Riska Widyanita Batu Bara, M.Hum. mendampingi Bahasa Inggris.

Diskusi berlangsung dinamis dan reflektif. Setiap lesson design dikaji secara mendalam, tidak hanya dari sisi materi, tetapi juga dari aspek pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Pendaftaran peserta TLC 2026 dibuka pada 5–15 Januari 2026 melalui flyer dengan dua skema keikutsertaan, yaitu luring (on-site) di SDMM dan daring. Sebanyak 143 peserta dari lima kabupaten—Gresik, Lamongan, Jombang, Sidoarjo, dan Malang—tercatat mengikuti kegiatan ini. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa TLC telah menjadi ruang belajar yang dinantikan para pendidik.

TLC 2026 dikemas dalam dua sesi utama, yakni sesi lesson design dan sesi open class, yang dirancang sebagai satu siklus lesson study yang utuh.

Sesi lesson design dilaksanakan pada Selasa (20/1/2026). Sejak pukul 12.00 WIB, SD Muhammadiyah Manyar dipenuhi semangat 121 peserta luring yang mengikuti pembukaan kegiatan di aula sekolah.

Acara dibuka oleh MC Ustadzah Kazue Salzabella Rachelinda, S.Pd., kemudian dilanjutkan sambutan Kepala SD Muhammadiyah Manyar. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Arif Hidayat, Ph.D., ALSI, STEM Cells UPI, serta para dosen FKIP UMG yang terus mendampingi pengembangan lesson study di SDMM.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh ustadz dan ustadzah SDMM yang telah mempersiapkan TLC 2026 dengan penuh dedikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Kepala sekolah menegaskan bahwa seluruh rangkaian TLC selaras dengan prinsip lesson study yang diterapkan di SDMM, yakni kolaboratif, berangkat dari permasalahan nyata di kelas, berfokus pada siswa, serta berkelanjutan melalui siklus plan–do–see.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Pada akhir sambutan, kepala sekolah memperkenalkan enam komunitas belajar yang akan memimpin kolaborasi lesson design. Masing-masing kombel menampilkan perkenalan kreatif dan penuh semangat, diiringi musik khas, sehingga menciptakan suasana pembuka yang hangat dan menyenangkan.

Kegiatan dilanjutkan dengan arahan dari Presiden ALSI yang disampaikan secara daring melalui Zoom Meeting. Ia menjelaskan bahwa TLC merupakan ekosistem pembelajaran berlapis, mulai dari guru sebagai pembelajar inti, mitra kampus sebagai co-learner, komunitas sekitar, hingga siklus pembelajaran yang mencakup perencanaan, open class, refleksi, dan diseminasi publik.

Pengantar kegiatan kemudian disampaikan oleh dosen FKIP UMG, Ulfatul Ma’rifah, M.Pd. Ia mengajak peserta berbagi pengalaman penerapan lesson study di sekolah masing-masing. Salah satu peserta dari SD Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo menyampaikan bahwa praktik lesson study telah mulai diterapkan di sekolahnya.

Melalui TLC 2026, Ulfatul berharap peserta memperoleh pengalaman belajar yang utuh dan bermakna serta membawa inspirasi untuk dikembangkan di sekolah masing-masing.

Selanjutnya, peserta diarahkan ke ruang lesson design sesuai kelas pilihan. Kegiatan berlangsung selama 60 menit dengan pembagian peran yang tertata, mulai dari pemandu diskusi, notulen, hingga tim dokumentasi. Diskusi berlangsung aktif dan kolaboratif. Peserta daring mengikuti proses yang sama melalui Zoom Meeting.

Setelah sesi lesson design, seluruh peserta kembali ke aula untuk mengikuti presentasi hasil diskusi dari masing-masing kombel sebagai ruang refleksi dan penguatan pemahaman bersama.

Rangkaian TLC 2026 akan dilanjutkan dengan sesi Open Class yang dijadwalkan pada Kamis (29/1/2026). Sesi ini menjadi ruang praktik pembelajaran nyata sekaligus melengkapi siklus lesson study yang telah dirancang bersama.

Melalui Teacher Laboratory Conference 2026, SD Muhammadiyah Manyar kembali menegaskan perannya sebagai sekolah pembelajar yang terus berinovasi, membuka ruang kolaborasi, dan menghadirkan praktik pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman serta kebutuhan peserta didik. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu