Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Teater Lam Alif SMAS Muha Luruh-kan Suasana Liburan dengan Pagelaran Legenda Banyuwangi

Iklan Landscape Smamda
Teater Lam Alif SMAS Muha Luruh-kan Suasana Liburan dengan Pagelaran Legenda Banyuwangi
pwmu.co -
pertunjukan teater

PWMU.CO – Setelah sukses menggelar empat pertunjukan sebelumnya, teater Lam Alif SMAS Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng Banyuwangi kembali menghelat pertunjukan ke lima.

Berlangsung pada Sabtu (28/06/2025), pertunjukan mengangkat cerita “ LURUH” sebuah legenda asal-usul Banyuwangi.

Adapun empat pertunjukan yang pernah terselenggara oleh teater ini, antara lain Laut Bercerita, Kartini, Aladin dan Singke.

Liburan tak Surutkan Animo Penonton

Meski di tengah suasana liburan semester genap Lam, Alif mampu menyedot animo siswa-siswi kelas X dan kelas XI untuk hadir menyaksikan pagelaran seni drama tersebut.

Agenda ini bertempat di serambi luar masjid Alumni yang terkemas dalam bentuk panggung yang senada isi cerita menambah suasana menjadi larut dalam lakon cerita.

Luruh disadur dari naskah asal-usul Banyuwangi karya Belva Aron yang memiliki tokoh berbeda dengan cerita legenda Banyuwangi pada umumnya.

Masyarakat mungkin lebih mengenal dengan tokoh sentral antara Sri Tanjung dan patih Sidopekso. Namun versi Belva Aron tokoh utamanya adalah Surati dan Raden Banterang, tetapi cerita akhirnya sama.

Antara Sri Tanjung dan Surati sama-sama terbunuh dan di jeburkan ke sungai. “Kami menyadur naskah Belva Aron untuk alur cerita cukup simpel dan tidak rumit untuk acara pegelaran bagi pemula-pemula seperti kita-kita ini” ujar Mahardika (XII MIPA 2 alumni 2025) selaku sutradara sekaligus penyadur dari Luruh.

Hiburan Positif di Tengah Liburan

Tepat pukul 19.00 WIB, pagelaran bermula dengan pembukaan oleh Kepala SMA Muha Genteng Drs Suharyono. Sebelum membuka acara, Suharyono mengapresiasi seluruh kru ekstra teater Lam Alif.

Pasalnya di tengah liburan sekolah, mereka masih mampu menyuguhkan karya kreatif yang berdampak sangat positif bagi sekolah. Di samping memberikan hiburan kepada para murid SMA Muha secara gratis, hal ini juga mengurangi kegiatan yang kurang bermanfaat selama liburan.

Terima kasih kepada semua yang mendukung acara ini, termasuk tokoh-tokoh seniman yang hadir pada malam hari ini. Sekaligus kepada para orang tua yang ikut mendampingi putra-putrinya” terangnya.

Usai membuka acara Suharyono minta maaf undur diri sebab adanya acara yang bersamaan.

Penonton Hanyut Dalam Cerita

Satu tembang Banyuwangian oleh Alif mengawali pertunjukan dengan sedikit menghangatkan suasana yang gerimis sejak sore sebelum magrib.

Satu tembang tuntas, seluruh lampu dipadamkan, kecuali satu temaram di tengah pangung. Dibarengi dengan bunyi gong mengantarkan pertunjukkan terasa sakral, Kanaya Tabhita Kuniawan (X.3) merajut keheningan dengan sebuah puisi sendu.

Kemudian tersusul oleh Fanesha Aulia Widya Sari (XII MIPA 3 almuni 2025) membacakan puisi berbeda. Iringan gesekan biola Aditya Dwi Kurniawan (XI.5) semakin menghanyutkan emosi penonton yang ikut merasakan makna tiap kata.

Kemudian, agenda berlanjut dengan inti dari cerita pertunjukan. Babak demi bapak berlalu, ratusan pasang mata penonton seolah tiada berkedip menyaksikan setiap adegan yang diperankan sangat menjiwai dari masing-masing pemeran.

Suasana terasa begitu hening dan terasa hanyut dalam dominasi cerita. Tepat pukul 20.15 WIB, pegelaran Legenda Banyuwangi oleh teater Lam Alif berakhir.

Agenda selanjutnya adalah gesah budaya sekaligus evaluasi bersama tokoh seniman yang diundang. Agenda terpimpin langsung oleh pembina ekstra teater SMA Muha, Ahmad Khoirudin SPd, hingga pukul 20.45 WIB. (*)

Penulis Abdul Muntholib, Editor Danar Trivasya Fikri

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu