Dian Berkah: Faraid Harus Dimasyarakatkan

Pengajian Fajar Timur edisi Juli ini menghadirkan narasumber istimewa, Dr Dian Berkah MHI Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya sekaligus Founder Waris Center. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah yang hadir.
“Ini luar biasa. Jamaah Muhammadiyah Tanggulangin sangat semangat menuntut ilmu. Saya lihat hampir 1.500 orang hadir di pagi hari. Ini bukti semangat dakwah dan ukhuwah Islamiyah yang luar biasa,” tutur Dian.
Ia juga menekankan pentingnya ilmu waris (faraid) dalam kehidupan masyarakat Muslim, serta mendorong PCM Tanggulangin untuk mengadakan pelatihan khusus tentang ilmu waris.
“Ilmu faraid ini mulai langka diajarkan. Padahal, ia bagian dari syariat yang memiliki implikasi sosial besar. Muhammadiyah bisa menjadi pionir dalam menghidupkan kembali ilmu ini melalui pelatihan dan penyuluhan,” jelasnya.
Dian juga menyoroti urgensi memahami hukum waris secara syar’i agar tidak terjadi perselisihan dalam pembagian harta. Ia siap membantu jika PCM Tanggulangin ingin berkolaborasi dalam menyelenggarakan pelatihan ilmu faraid ke depannya.
Pengajian Fajar Timur kali ini menjadi potret nyata bahwa dakwah Muhammadiyah tidak berhenti pada aspek spiritualitas semata, namun merambah ke sektor sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Program bedah rumah, bakti guru, dan santunan anak yatim adalah bukti bahwa Muhammadiyah hadir untuk semua lapisan masyarakat.
Semangat kolektif para kader dan warga Persyarikatan Tanggulangin membuktikan bahwa nilai gotong royong dan empati sosial masih menjadi ruh gerakan dakwah Muhammadiyah di akar rumput.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, PCM Tanggulangin menunjukkan bahwa pengajian bukan sekadar forum kajian, tetapi menjadi ruang nyata untuk menebar maslahat dan membumikan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Penulis Moch Hidayatul Rizky Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments