
PWMU.CO – Dalam upaya memperkuat ideologi kader dan meneguhkan semangat perjuangan Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Blitar menggelar Baitul Arqam Dasar (BAD) di Aula Ki Darmosarono, Kantor PDM Kota Blitar pada Sabtu-Minggu (21-22/6/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-93 Pemuda Muhammadiyah yang bertujuan membentuk kader berkarakter kuat, visioner, dan berjiwa negarawan.
Ketua PDPM Kota Blitar, Khabib Mulya, menyampaikan bahwa BAD ini bukan sekadar agenda pengkaderan rutin, melainkan forum strategis untuk membekali kader secara ideologis, spiritual, dan organisatoris.
“Kami ingin membentuk pemuda yang tidak hanya memahami sejarah dan nilai-nilai Muhammadiyah, tetapi juga mampu menjadi pelopor di tengah masyarakat. BAD ini menjadi ruang refleksi sekaligus afirmasi atas peran besar Pemuda Muhammadiyah bagi umat dan bangsa,” harap Khabib.
Kegiatan ini diawali dengan kontrak belajar yang bertujuan untuk menumbuhkan kedisiplinan dan membangun kesepakatan bersama selama rangkaian kegiatan berlangsung. Acara kemudian dilanjutkan dengan materi utama bertema “Ideologi Muhammadiyah dan Manifestasi Gerakan” yang disampaikan oleh seorang pakar Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr Maksun Jayadi MAg.
Materi tersebut berhasil menggugah peserta untuk memahami nilai dasar gerakan Muhammadiyah secara komprehensif.
Selanjutnya, Muh Arif Zuhri Lc MHI menyampaikan materi bertajuk “Manhaj Tarjih dan Moderasi Islam”. Ia menekankan pentingnya pendekatan Islam yang inklusif namun tetap teguh dalam prinsip. Para peserta mendapatkan wawasan mendalam tentang bagaimana Tarjih Muhammadiyah menjadi panduan gerakan yang kontekstual dan solutif.
Selanjutnya, pada malam harinya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Choirul Umam SPd menyampaikan materi bertajuk “Kepemimpinan Pemuda dan Diaspora Perpolitikan.”
Dalam paparannya, ia menantang peserta untuk tidak alergi terhadap dunia politik, namun justru mengisinya dengan nilai-nilai kejujuran, keberanian, dan integritas.
Hari kedua dimulai sejak dini hari dengan pelaksanaan Qiyamul Lail. Pada sesi pamungkas, Drs Joko Nurbatin menyampaikan materi berjudul “Pemetaan Kader Potensial untuk Menguatkan Komitmen Bermuhammadiyah” yang menyoroti pentingnya kontribusi kader dalam mendukung misi dakwah nasional Muhammadiyah.
Sementara itu, Instruktur BAD, Rozaq Ali Muftuhin, menegaskan pentingnya forum seperti ini sebagai ruang pembentuk karakter dan kesadaran ideologis.
“Kader Pemuda Muhammadiyah hari ini tidak cukup hanya aktif di organisasi. Ia harus memiliki akar ideologi yang kuat dan peta jalan perjuangan yang jelas. BAD ini adalah tempat menyusun arah itu,” tegasnya.
Rozaq juga menambahkan bahwa pengkaderan yang dilakukan secara serius akan melahirkan generasi yang militan dan siap mengabdi, tidak hanya untuk Muhammadiyah, tetapi juga untuk Indonesia.
Kegiatan ini kemudian ditutup dengan diskusi reflektif dan deklarasi semangat perjuangan kader. Rencana Tindak Lanjut (RTL) menjadi akhir kegiatan sebagai bentuk keseriusan PDPM dalam menjaga keberlanjutan pengkaderan.
Dengan pelaksanaan BAD ini, Pemuda Muhammadiyah Kota Blitar menunjukkan kesungguhannya dalam membangun generasi muda yang tak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga militan secara ideologi dan siap berkontribusi nyata untuk Indonesia berkemajuan. (*)
Penulis Alexs Mac Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments