Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Teguhkan Integritas dan Pengabdian, Ketua PDM Lamongan Tekankan Profesionalisme Dakwah di Baitul Arqom UMLA

Iklan Landscape Smamda
Teguhkan Integritas dan Pengabdian, Ketua PDM Lamongan Tekankan Profesionalisme Dakwah di Baitul Arqom UMLA
Ketua PDM Lamongan, Shodikin saat memberikan materi Baitul Arqom UMLA. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Profesionalisme dalam dakwah menjadi penekanan utama dalam kegiatan Baitul Arqom Dosen dan Tendik UMLA yang menghadirkan narasumber Drs. H. Shodikin, M.Pd. Ketua PDM Lamongan.

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa dakwah di lingkungan Muhammadiyah harus dijalankan secara profesional, berintegritas, dan akuntabel sesuai bidang keahlian masing-masing.

Menurutnya, dakwah bukan sekadar ceramah di mimbar, tetapi wujud nyata pengabdian dalam profesi yang digeluti.

 “Dakwah yang sesungguhnya di Muhammadiyah adalah dakwah sesuai dengan profesinya. Guru berdakwah melalui pendidikan, dosen berdakwah melalui pelayanan kesehatan, pengusaha berdakwah melalui etika bisnis yang jujur dan amanah,” ujarnya Kepala Dinas Pendidikan Lamongan ini

Ia menekankan bahwa profesionalisme dakwah berakar pada nilai integritas. Integritas berarti kesesuaian antara kata dan tindakan. Seorang kader tidak cukup hanya menyampaikan pesan kebaikan, tetapi harus menjadi teladan dalam perilaku sehari-hari.

Akuntabilitas juga menjadi pilar penting, yakni kesiapan untuk mempertanggungjawabkan amanah yang diemban, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah Swt

Shodikin mengingatkan bahwa tujuan besar dakwah adalah menciptakan kader unggul yang mampu menjadi khoirunnas anfauhum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Spirit ini harus menjadi ruh dalam setiap aktivitas dakwah, sehingga dakwah tidak berhenti pada simbol, tetapi melahirkan dampak nyata bagi umat dan masyarakat luas.

Ia mengutip firman Allah Swt dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 105: “Dan katakanlah, bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah: 105)

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ayat ini, menurutnya, menegaskan pentingnya kerja nyata dan profesional dalam menjalankan misi dakwah. Amal dan kinerja akan dinilai, bukan sekadar niat atau retorika. Dalam konteks pendidikan, Shodikin juga menyoroti tantangan menghadapi anak-anak yang unik dengan karakter, latar belakang, dan potensi yang beragam.

 “Setiap anak adalah pribadi yang istimewa. Profesionalisme guru dalam berdakwah terletak pada kesabaran, ketelatenan, dan kesungguhan memahami perbedaan itu,” jelas Kandidat Doktor dari UNBRA Malang ini.

Ia mengutip pula Surah An-Nahl ayat 125 “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik…” (QS. An-Nahl: 125)

Ayat tersebut, lanjutnya, menjadi pedoman dalam menghadapi dinamika lapangan, termasuk dalam membimbing generasi muda. Pendekatan hikmah dan kelembutan menjadi bagian tak terpisahkan dari profesionalisme dakwah.

Menutup materinya, Kyai Shodikin mengajak seluruh peserta Baitul Arqom untuk terus meneguhkan komitmen pengabdian. Profesional di bidang dakwah berarti bekerja dengan standar kualitas terbaik, menjaga etika, disiplin, dan loyalitas terhadap misi persyarikatan.

“Jika integritas terjaga, akuntabilitas ditegakkan, dan spirit pengabdian terus menyala, maka dakwah Muhammadiyah akan melahirkan kader-kader unggul yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu