Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Teliti Internalisasi Nilai Moderasi Beragama di Pondok Pesantren, Disertasi Maftuhah Banjir Pujian dari Dewan Penguji

Iklan Landscape Smamda
Teliti Internalisasi Nilai Moderasi Beragama di Pondok Pesantren, Disertasi Maftuhah Banjir Pujian dari Dewan Penguji
Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Maftuhah. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Pelaksanaan ujian seminar hasil disertasi mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Maftuhah, berlangsung sukses dan lancar, serta mendapat apresiasi akademik, Senin (8/12/2025).

Disertasi berjudul “Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama di Pondok Pesantren (Studi Kasus di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan)” dinilai relevan dengan kebutuhan bangsa Indonesia saat ini, terutama dalam upaya penguatan karakter moderat generasi muda di tengah meningkatnya dinamika sosial-keagamaan.

Di tengah tantangan intoleransi, polarisasi ideologis, dan radikalisme digital, penelitian yang mengkaji model pembentukan karakter moderat di pesantren memiliki nilai strategis dan urgensi tinggi.

Disertasi Maftuhah tidak hanya menggambarkan realitas sosial-keagamaan di pesantren, tetapi juga menawarkan kerangka konseptual yang dapat dijadikan pedoman dalam mengembangkan moderasi beragama di lembaga pendidikan Islam.

Penelitian ini menunjukkan kedewasaan akademik peneliti dalam memotret pesantren sebagai moral engine umat, yakni institusi pendidikan Islam yang mampu merawat tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Pondok Pesantren Sunan Drajat digambarkan sebagai pesantren yang mampu menjaga keseimbangan antara tradisi (al-muhafazhah) dan inovasi (al-akhdzu bi al-jadid). Prinsip-prinsip moderasi beragama seperti tawazun, tasamuh, i’tidal, dan tawasuth terinternalisasi dalam kebijakan, kurikulum, dan budaya pesantren.

Mutu akademik disertasi ini tidak terlepas dari peran para promotor yang memiliki kepakaran masing-masing, yaitu Prof. Abdul Haris, M.A., ahli budaya pondok pesantren dan pendidikan nilai, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., pakar metodologi penelitian pendidikan, serta Assoc. Prof. Nurul Humaidi, akademisi studi pemikiran Islam dan sosial keagamaan.

Dengan bimbingan tersebut, penelitian ini berkembang menjadi karya ilmiah yang komprehensif dan memiliki nilai kebaruan. Keunggulan metodologis tampak dari kemampuan mengintegrasikan teori internalisasi nilai, pendidikan karakter, dan moderasi beragama dengan pendekatan qualitative case study, melalui observasi, wawancara, dan triangulasi data yang cermat.

Apresiasi Dewan Penguji

Dewan penguji memberikan apresiasi positif, salah satunya Prof. Syamsul Arifin, pakar moderasi beragama dan gerakan sosial Islam

“Penelitian ini memiliki kedalaman pemahaman terhadap dinamika ideologis pondok pesantren serta relevansi kuat dengan program nasional penguatan moderasi beragama,” ujarnya.

Sementara itu, Assoc. Prof. Faridi menilai model internalisasi nilai yang dirumuskan Maftuhah tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga aplikatif. Keteladanan kiai, tradisi halaqah, kurikulum integratif, dan kultur pesantren dipetakan sebagai elemen kunci pembentukan karakter moderat yang efektif.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Penelitian ini mengidentifikasi proses internalisasi nilai moderasi beragama melalui tiga dimensi utama, yakni:

1. Dimensi Kelembagaan, yaitu kebijakan kiai dan tata kelola pesantren yang berlandaskan nilai kebangsaan dan tasamuh sebagai fondasi pembentukan karakter santri.

2. Dimensi Kurikulum dan Pembelajaran, berupa integrasi kurikulum klasik-modern serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat literasi keagamaan.

3. Dimensi Budaya Pesantren, meliputi tradisi harian, pola pengasuhan, dan interaksi santri sebagai media internalisasi nilai yang berlangsung natural, gradual, serta konsisten.

Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis kepada pondok pesantren dalam merancang kurikulum moderasi beragama secara sistematis kepada Kementerian Agama dalam mengembangkan best practices pembinaan moderasi berbasis pesantren serta kepada lembaga pendidikan Islam untuk membentuk generasi muda yang toleran, kritis, dan adaptif di era digital.

Pada akhir sidang, perempuan yang juga Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Paciran, Lamongan tersebut meraih predikat A sebagai pengakuan atas kualitas ilmiah, ketajaman analisis, dan kematangan argumentasi. Ia dinyatakan layak melanjutkan ke tahapan berikutnya, yaitu Ujian Tertutup dan Ujian Terbuka sebagai bagian dari proses penyelesaian studi doktoralnya.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan ketekunan akademik telah membuahkan hasil membanggakan.

Secara keseluruhan, disertasi Maftuhah tidak hanya memenuhi standar akademik doktoral, tetapi juga memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu Pendidikan Agama Islam serta penguatan moderasi beragama di Indonesia.

Keberhasilan ujian seminar hasil ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kontribusi ilmiah yang lebih luas dan berkelanjutan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu