Lazismu bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah Wilayah Jawa Timur menyalurkan bantuan sembako kepada para mualaf pada Ahad (8/2/2026).
Kegiatan berlangsung di Desa Pamongan, Dusun Karangdoro, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, kawasan pegunungan lereng Gunung Wilis.
Mengusung tema “Bersama Mualaf Kita Semua Menebar Inspirasi Menjemput Ridho Ilahi”, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap para mualaf yang tinggal di daerah terpencil dengan keterbatasan akses ekonomi maupun pembinaan keagamaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua LDK PWM Jatim Koko Susanto dan Tulus Widodo, LDK Kabupaten Kediri Erwanto dan H. Masduki, LDK PDM Kota Surabaya Nuryanto, MLC PDM Kota Surabaya Fuadi Abu Uwais, BikersMu Korwil Jatim Achmad Taufiq, BikersMu Kabupaten Kediri Chusnul, BikersMu Kota Kediri Rahmad, Lazismu Kabupaten Kediri Rudinur Cahyo, serta Rahmadi dari Yayasan Quran Best.
Selain Lazismu dan LDK PWM Jatim, kegiatan ini juga melibatkan Yayasan Quranbest serta BikersMu Korwil Jawa Timur.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa paket sembako, tetapi juga kacamata baca gratis serta Al-Qur’an untuk para pengajar dan pembimbing mualaf.
Wakil Ketua LDK PWM Jatim, Koko Susanto, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju lokasi cukup menantang karena medan yang berat dan akses yang terbatas.
“Medannya luar biasa, naik Innova rasanya seperti naik ambulans,” ujarnya, menggambarkan kondisi jalan menuju lereng Wilis.
Menurutnya, kondisi geografis tersebut menjadi alasan kuat pentingnya kehadiran dan perhatian bagi para mualaf di wilayah tersebut.
Dia menegaskan, dakwah harus menjangkau daerah-daerah terpencil agar pembinaan keagamaan tetap berjalan.
Sementara itu, Rahmadi dari Yayasan Quran Best menjelaskan, bantuan yang disalurkan berasal dari para jamaah yang belajar Al-Qur’an melalui aplikasi Quranbest.
“Bantuan ini berasal dari para jamaah yang belajar Al-Qur’an melalui aplikasi Quranbest. Kami ingin mereka juga menjadi bagian dari dakwah untuk saudara-saudara mualaf di lereng Wilis,” tuturnya.
Rahmadi juga mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar Al-Qur’an, sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan secara lebih luas dan fleksibel.
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi berbagai elemen Muhammadiyah dalam mendukung dan menguatkan para mualaf di wilayah terpencil,” terang dia.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan pembinaan keagamaan dan kepedulian sosial dapat terus berlanjut, tidak hanya bersifat sesaat, tetapi berkesinambungan.
“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di lereng Wilis tetap mendapatkan perhatian dan pembinaan. Dakwah itu bukan hanya di kota besar, tetapi juga di tempat-tempat yang aksesnya sulit seperti ini,” ungka Rahmadi.
Di lereng Wilis yang sunyi, langkah-langkah kecil itu menjadi gema besar tentang kepedulian. Bahwa di tengah keterbatasan, selalu ada tangan-tangan yang terulur. Dan bahwa bersama para mualaf, semua diajak menebar inspirasi, menjemput rida Ilahi. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments