Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tempuh Jalanan Berkelok dan Mendaki, 6 Guru Al-Ishlah Semangati Santri Berduka

Iklan Landscape Smamda
Tempuh Jalanan Berkelok dan Mendaki, 6 Guru Al-Ishlah Semangati Santri Berduka
pwmu.co -
Suasana rumah Al marhum Taufiqur Rahman di Desa Menyunyur Grabagan saat dikunjungi 6 guru Al-Ishlah untuk bertakzitah (Chirzin/PWMU.CO)

PWMU.CO – Menempuh jalanan berkelok di tepi jurang dan mendaki perbukitan Rengel harus dilalui oleh enam guru Al-Ishlah Sendangagung Paciran, Lamongan, Jawa Timur, untuk menyemangati santrinya yang sedang berduka karena ditinggal ayahnya untuk selamanya.

Kunjungan ini berlangsung di Desa Menyunyur, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, Jumat (17/1/2025).

Rombongan dipimpin oleh Humas Madrasah Aliyah (MA) Al-Ishlah Gondo Waloyo, bersama Umi Marwati SAg Wakasis, Habib Chirzin SP Staf Pengasuhan, Agus Susilo Lc Wali Kelas XII IPA 1, Yazid Husnan SPdI Kabag TU, dan Ega Maulida Najid SAg Staf Pengasuhan.

Berangkat dari Ponpes Al-Ishlah Sendangagung pukul 14.00 WIB, rombongan menuju wilayah Kabupaten Tuban dengan menyusuri Pantura.

Setibanya di Desa Kradenan, Kecamatan Palang, mereka berbelok ke arah barat daya menuju rumah almarhum Mohammad Taufiqur Rahman AMd Kep yang wafat pada Senin (13/1/2025) pukul 11.00 WIB.

Almarhum Mohammad Taufiqur Rahman dimakamkan di Desa Menyunyur, Grabagan, Tuban.

Setelah menempuh jalan berliku di bawah rindangnya hutan jati, dengan kondisi jalan beraspal halus dan sebagian berbeton, rombongan disuguhi panorama alam yang asri nan eksotis. Akhirnya, rombongan tiba di depan rumah almarhum pukul 15.45 WIB.

“Kesan perjalanan ini Masyaallah luar biasa, penuh tantangan. Naik turun gunung, masuk hutan lebat, penuh kelokan, dan jalanan hanya muat satu mobil. Kalau papasan, salah satu harus mengalah,” ungkap istri Dr Piet Hizbullah Khaidir MA Sekretaris PDM Lamongan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Jadi mengingatkan jalanan di kampung halaman, Danawangun Talun Pekalongan. Untung Ustadz Yazid adalah pengemudi berpengalaman, dan untungnya lagi jalan raya Tuban halus mulus meskipun di pelosok,” imbuh perempuan kelahiran Pekalongan tahun 1977 itu.

Foto keluarga almarhum Taufiqur Rahman bersama istrinya Rita Dwi Asmara (belakang) dan 3 anaknya di depan dari kiri Khalid Ali Rahman, Dimas Nur Aufan Alfaizi dan Fikri Aulia Rahman (Istimewa/PWMU.CO)

Sementara itu, istri almarhum Taufiqur Rahman, yang juga berprofesi sebagai bidan, Rita Dwi Asmara SKeb menyambut hangat rombongan enam guru Al-Ishlah. Ucapan terima kasih terucap atas doa dan dukungannya kepada dua anaknya yang mondok dan duduk di kelas XB dan XII IPA 1 MA Al-Ishlah.

“Terima kasih atas kunjungan dan doa ustadz maupun ustazah yang sangat perhatian kepada anak-anak kami,” ucap ibu tiga anak dari pernikahannya dengan almarhum.

“Ustadz maupun ustazah baik dan ramah, serta mudah beradaptasi dengan kami sekeluarga,” imbuhnya.

Almarhum Taufiqur Rahman meninggalkan tiga anak yang masih menempuh pendidikan. Anak sulungnya, Fikri Aulia Rahman, saat ini duduk di kelas XII IPA 1 MA Al-Ishlah. Anak keduanya, Khalid Ali Rahman, berada di kelas XB MA Al-Ishlah. Sementara itu, anak bungsunya, Dimas Nur Aufan Alfaizi, sedang menempuh pendidikan di kelas 3 SDN Ngulahan, Tambakboyo, Tuban.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu